Tekan Enter untuk mencari

Cegah Penyebaran Penyakit Ternak, Distanak Kukar Akan Aktifkan Kembali Pos Lalu Lintas Hewan

Foto: Ilustrasi

Akupedia.id, Tenggarong – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana mengaktifkan kembali pos lalu lintas ternak di sejumlah wilayah sebagai upaya memperkuat pengawasan sekaligus mencegah penyebaran wabah penyakit hewan.

Plt Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah sempat ditemukan kasus virus Jembrana pada sapi di wilayah Loa Janan dan Loa Kulu. Namun, kasus tersebut dipastikan telah tertangani dengan cepat oleh tim dokter hewan.

“Kasusnya hanya satu sampai dua ekor dan semuanya langsung ditangani. Ternak yang satu kandang juga langsung divaksin, sehingga penyebarannya bisa dicegah,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Rifani, salah satu penyebab masuknya penyakit pada ternak berasal dari lalu lintas hewan yang belum terdata secara maksimal, baik ternak yang masuk maupun keluar dari Kukar.

Karena itu, Distanak Kukar akan kembali mengaktifkan pos lalu lintas ternak di beberapa titik strategis, seperti Marangkayu, Samboja, dan Kota Bangun.

“Pos ini penting supaya kita tahu berapa ternak yang masuk dan keluar dari Kukar. Selama ini belum terdata dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pengawasan lalu lintas ternak sempat terkendala regulasi terkait penarikan retribusi di pos ternak. Namun, ke depan pos tersebut akan difungsikan murni untuk pendataan dan pengawasan kesehatan hewan tanpa pungutan retribusi.

“Kami tidak menarik retribusi lagi, karena itu bertentangan dengan aturan. Fokusnya sekarang bagaimana data ternak bisa tercatat dengan baik,” jelas Rifani.

Selain pengawasan lalu lintas ternak, Distanak Kukar juga terus melakukan vaksinasi rutin untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan ternak.

Ia memastikan virus Jembrana tidak menular ke manusia, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas ternak.

“Begitu ada laporan, dokter hewan langsung turun melakukan penanganan. Yang sakit diobati, yang satu kandang divaksin,” tuturnya.

Rifani juga mengimbau peternak segera melapor apabila menemukan ternak yang sakit atau mengalami kesulitan saat melahirkan. Menurutnya, dokter hewan Distanak Kukar siap turun langsung ke lapangan untuk membantu penanganan.

“Kami punya klinik hewan yang buka setiap hari kerja dan dokter standby. Kalau ada ternak sakit atau susah melahirkan, segera lapor supaya cepat ditangani,” pungkasnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini