Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi global. Hingga saat ini, angka inflasi daerah berada di kisaran 3,5 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan capaian tersebut masih tergolong terkendali dan menunjukkan kemampuan daerah dalam menjaga stabilitas inflasi.
“Kalau dibanding rata-rata nasional memang sedikit lebih tinggi, tapi sebenarnya kita termasuk daerah yang mampu mengendalikan inflasi,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi itu juga dibuktikan dengan sejumlah penghargaan tingkat nasional yang diterima Kukar dalam beberapa waktu terakhir.
Sunggono menjelaskan, secara makro nilai tukar dolar tetap memberikan pengaruh terhadap sejumlah komoditas, khususnya barang yang berasal dari luar daerah maupun impor. Namun, dampaknya tidak merata terhadap seluruh kebutuhan masyarakat.
“Misalnya kedelai dan bawang merah itu cukup terasa pengaruhnya,” katanya.
Meski demikian, beberapa kebutuhan pokok seperti beras dinilai relatif stabil karena pasokannya tidak terlalu bergantung dari luar daerah. Begitu pula dengan telur yang kini mulai terbantu oleh produksi lokal.
“Alhamdulillah pasokan lokal sudah mulai lumayan, jadi dari pantauan harga tidak terlalu berdampak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Kukar juga memastikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) akan terus ditingkatkan sepanjang 2026 sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi di daerah.
“InsyaAllah GPM akan terus kita jalankan. Targetnya tahun ini hampir sekitar 240 kegiatan yang harus kita capai,” ungkap Sunggono.
Ia menambahkan, pelaksanaan GPM dinilai efektif membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran.
“Ini juga membantu masyarakat untuk mengendalikan harga beberapa komoditas kebutuhan pokok penting,” tutupnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





