Tekan Enter untuk mencari

Distanak Kukar Perkuat Program Juleha untuk Pastikan Daging Kurban Halal dan Layak Konsumsi

Foto: Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Rifani.

Akupedia.id, Tenggarong – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya memastikan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026, tetapi juga memperhatikan proses penyembelihan agar sesuai syariat Islam.

Plt Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan proses penyembelihan menjadi bagian penting untuk menjamin daging yang diterima masyarakat aman dan halal dikonsumsi.

“Selain menjamin kesehatan hewan kurban, kami juga harus memastikan sistem penyembelihannya sesuai syariat. Karena kalau penyembelihannya tidak sesuai, tentu daging itu tidak layak dikonsumsi,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, Distanak Kukar berkolaborasi dalam program Juru Sembelih Halal (Juleha) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar dan sejumlah perusahaan swasta.

Program tersebut bertujuan mencetak tenaga penyembelih yang memiliki pemahaman sesuai syariat sekaligus memperhatikan kesejahteraan hewan.

Rifani menjelaskan, DMI Kukar menjadi inisiator utama program tersebut, sementara Distanak memberikan dukungan data serta pemetaan wilayah peternakan di Kukar.

“Kami membantu memberikan data kantong-kantong ternak, misalnya daerah yang banyak peternakan ayam atau sapi. Dari situ bisa diketahui wilayah mana yang membutuhkan petugas Juleha lebih banyak,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah petugas Juleha di Kukar saat ini masih terbatas. Karena itu, pihaknya mendorong pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat yang sudah terbiasa melakukan penyembelihan hewan.

“Mereka dilatih terlebih dahulu, lalu diberikan sertifikat Juleha. Jadi penyembelihan tidak dilakukan asal-asalan,” katanya.

Ke depan, Distanak Kukar juga akan menjadikan Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Mangkurawang sebagai pusat pendataan dan pembinaan tenaga Juleha di Kukar.

“Nanti teman-teman yang sudah memiliki sertifikat akan kami data berdasarkan wilayahnya. Kalau masih kurang, kami akan bekerja sama lagi dengan DMI Kukar untuk menciptakan Juleha baru,” ungkap Rifani.

Ia menambahkan, pelatihan Juleha tidak hanya mengajarkan tata cara penyembelihan sesuai syariat, tetapi juga bagaimana memperlakukan hewan dengan baik sebelum disembelih sebagai bagian dari prinsip kesejahteraan hewan.

“Contoh kecilnya saja ayam, tidak boleh turun dari mobil itu langsung dipotong. Harus dipastikan dulu kesejahteraannya,” jelasnya.

Untuk itu, Rifani pun berharap keberadaan tenaga Juleha di Kukar terus bertambah sehingga proses penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan secara benar, higienis, dan sesuai syariat di seluruh wilayah Kukar.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini