Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah. Salah satunya melalui rencana pembangunan jalan penghubung antara Kukar dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, meninjau langsung lokasi pembangunan jalan tersebut yang direncanakan menghubungkan Kecamatan Muara Kaman menuju Muara Bengkal, Kutim, dengan total panjang sekitar 20 kilometer.
Aulia menjelaskan, proyek ini merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta, yakni perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Pembangunan dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dikerjakan oleh lima perusahaan melalui pembagian ruas jalan.
“Mereka membagi ruas, ada yang 2 sampai 3 kilometer per perusahaan untuk membangun badan jalan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Dari total panjang 20 kilometer, sekitar 13 kilometer merupakan pembukaan badan jalan baru, sementara sisanya merupakan jalan eksisting yang sudah ada.
Ia menambahkan, proyek ini juga telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Ke depan, setelah pembangunan badan jalan rampung, pemerintah daerah bersama provinsi akan melanjutkan pembangunan jalan mantap atau peningkatan kualitas jalan.
“Setelah badan jalan selesai, kita harap bisa dilanjutkan pembangunan jalannya dengan dukungan provinsi,” katanya.
Menurut Aulia, rencana pembangunan jalan ini sebenarnya telah lama digagas sejak masa kepemimpinan sebelumnya. Namun, realisasinya sempat terkendala perizinan karena melintasi kawasan hutan. Saat ini, seluruh perizinan yang diperlukan telah selesai.
Targetnya, pembangunan badan jalan dapat diselesaikan pada tahun ini. Sementara untuk peningkatan struktur jalan, seperti rigid beton, direncanakan mulai dikerjakan pada tahun berikutnya, menyesuaikan kemampuan anggaran.
Meski demikian, Aulia menegaskan bahwa perbaikan jalan-jalan existing yang rusak masih menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Beberapa ruas yang kondisinya memprihatinkan akan didahulukan sebelum pengembangan jalur baru dilakukan secara maksimal.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





