Tekan Enter untuk mencari

Warga Bukit Biru Ungkap Syukur Lewat Tradisi Sedekah Bumi

Foto: Warga Kelurahan Bukit Biru memadati halaman kantor kelurahan saat pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi, Rabu (13/5/2026).

Akupedia.id, Tenggarong — Malam di Kelurahan Bukit Biru biasanya berjalan tenang. Angin berembus pelan melewati jalan-jalan kampung, sementara lampu rumah warga menyala redup menemani aktivitas yang perlahan usai. Namun, suasana berbeda tampak pada Rabu malam (13/5/2026).

Sejak sore, warga mulai berdatangan menuju halaman kantor kelurahan. Anak-anak berlarian di sela kerumunan, ibu-ibu sibuk menyiapkan hidangan, sementara para lelaki membantu menata perlengkapan acara.

Malam itu, Bukit Biru kembali menggelar tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat: Sedekah Bumi.

Tradisi ini bukan sekadar acara seremonial. Bagi warga Bukit Biru yang mayoritas berprofesi sebagai petani, Sedekah Bumi menjadi cara mereka mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang diberikan Tuhan.

Sore harinya, arak-arakan gunungan hasil bumi lebih dulu mengelilingi wilayah kelurahan. Hasil panen yang dibawa warga disusun membentuk gunungan, menjadi simbol keberkahan dan harapan agar musim tanam berikutnya kembali menghasilkan panen yang baik.

Malam harinya, suasana semakin ramai ketika warga berkumpul mengikuti ujub dan doa bersama. Tak hanya masyarakat, kegiatan itu juga dihadiri Bupati Aulia Rahman Basri serta Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin.

Di tengah keramaian warga, Bupati Aulia menyebut Sedekah Bumi sebagai tradisi yang sarat makna. Menurutnya, kegiatan itu menunjukkan eratnya hubungan masyarakat dengan budaya serta kehidupan pertanian yang telah diwariskan turun-temurun.

“Ini bentuk rasa syukur, sebagian hasil panen dibawa ke sini untuk dilakukan doa bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap masyarakat Bukit Biru yang masih menjaga tradisi adat di tengah perkembangan zaman.

Pemerintah daerah, katanya, akan terus mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut karena Bukit Biru dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Bagi warga, Sedekah Bumi bukan hanya tentang panen. Tradisi ini juga menjadi ruang berkumpul seluruh masyarakat.

Tidak ada sekat antara warga, tokoh masyarakat, maupun perangkat kelurahan. Semua melebur dalam suasana syukur dan kebersamaan.

Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, mengatakan hampir seluruh warga ikut ambil bagian dalam pelaksanaan acara tahun ini. Bahkan, dana kegiatan yang terkumpul mencapai sekitar Rp25 juta dari sumbangan warga dan para donatur.

“Pokoknya semua warga kompak. Sumbangannya habis, tidak ada sisa,” katanya sambil tersenyum.

Ia mengaku bersyukur karena pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini terasa istimewa. Selain berlangsung meriah, kegiatan tersebut juga untuk pertama kalinya dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara dan Sultan Kutai.

Di balik gemerlap lampu dan ramainya warga malam itu, Sedekah Bumi menyimpan pesan sederhana yang terus dijaga masyarakat Bukit Biru: tentang rasa syukur, harapan hidup sejahtera, dan kebersamaan yang tetap tumbuh di tengah kehidupan para petani.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini