Tekan Enter untuk mencari

Lahan Bekas Tambang Disulap Jadi Kebun Pendidikan, SMK Parti dan Ponpes Darul Izza Cetak Petani Muda

Foto: Kegiatan penyerahan sertifikat dan penghargaan bagi narasumber Gerakan Menanam untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Rabu (20/5/2026).

Akupedia.id, Tenggarong – Lahan bekas tambang milik PT Tanito Harum mulai dimanfaatkan sebagai lahan pendidikan pertanian terpadu bagi pelajar melalui kolaborasi antara SMK Parti dan Ponpes Darul Izza Tenggarong.

Program yang digagas Yayasan Bistma Benua Etam Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut menjadi upaya mendorong generasi muda agar lebih dekat dengan dunia pertanian modern sekaligus menyiapkan calon wirausaha muda berbasis teknologi dan nilai keagamaan.

Ketua Yayasan, Karlan, menyampaikan bahwa gerakan menanam ini sebenarnya bukan hal baru di masyarakat. Namun, pihaknya ingin mengemasnya dalam konsep pendidikan yang lebih terstruktur agar menarik minat pelajar.

Menurutnya, banyak siswa saat ini mulai menjauh dari sektor pertanian. Karena itu, pendekatan teknologi diterapkan agar dunia pertanian dipandang lebih modern dan memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

“Anak-anak sekarang mayoritas agak alergi terhadap pertanian dan tanam-menanam. Karena itu kami kemas dengan konsep pendidikan dan teknologi supaya lebih menarik,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai pertanian modern berpotensi menjadi sumber penghasilan yang mampu bersaing dengan profesi lainnya.

Karena itu, program tersebut diarahkan bukan hanya untuk memberi keterampilan, tetapi juga membangun mental kewirausahaan para siswa.

Selain memanfaatkan lahan tidur, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi lulusan SMA dan SMK. Para siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Sebagai tahap awal, peserta mendapatkan pelatihan terpadu selama satu minggu dengan menghadirkan narasumber dari Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Mulawarman, serta sejumlah instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian, hingga Dinas Perikanan dan Kelautan.

Setelah pembekalan teori, para siswa langsung diarahkan untuk praktik di lapangan. Pembinaan pun tidak berhenti setelah pelatihan selesai, melainkan terus dilakukan hingga mereka lulus sekolah.

“Kita ingin mereka jadi petani yang handal, petani yang pakai teknologi, sampai akhirnya siap menjadi pengusaha muda,” tambah Karlan.

Dalam program tersebut, SMK Parti berperan pada penguatan teknologi dan keterampilan, sementara Ponpes Darul Izza Tenggarong membentuk mental, akhlak, dan spiritual peserta didik agar tercipta keseimbangan antara kemampuan dan karakter.

Saat ini, lahan yang dikelola mencapai sekitar 15 hektare yang berada di kawasan bekas tambang dan disiapkan sebagai lahan praktik pertanian. Ke depan, gerakan menanam tersebut direncanakan diperluas hingga ke desa-desa.

Salah satu desa yang telah menyatakan dukungan ialah Desa Bendang Raya yang menyiapkan sekitar 20 hektare lahan untuk tahap awal pengembangan program.

Karlan berharap gerakan tersebut dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun pertanian modern sekaligus memberdayakan generasi muda di Kukar.

“Pesan kami tetap semangat dan pantang menyerah sampai berhasil,” tutupnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini