Akupedia.id, Tenggarong – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya angkat bicara terkait polemik yang menyeret salah satu kadernya dan memicu gelombang protes publik.
Melalui Sekretaris DPC, Andi Muhammad Faisal, partai menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan usai aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Senin (4/5/2026).
“Atas nama DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara, kami menyampaikan permohonan maaf apabila kader kami telah menimbulkan ketidaknyamanan atau menyinggung perasaan masyarakat,” ujarnya.
Andi Faisal menegaskan, partai tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia memastikan evaluasi menyeluruh tengah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab politik atas situasi yang berkembang.
Menurutnya, setiap kader memang tidak luput dari kesalahan, namun partai tetap berkewajiban melakukan langkah korektif agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian peristiwa ini,” tegasnya.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Andi Faisal yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kukar mengakui bahwa tuntutan masyarakat, termasuk desakan pergantian Ketua DPRD, menjadi perhatian serius di internal partai.
Ia mengungkapkan, sejumlah langkah telah dilakukan secara cepat, mulai dari rapat internal di tingkat fraksi hingga koordinasi dengan pengurus partai di level yang lebih tinggi.
“Kami sudah melaksanakan rapat fraksi dan akan dilanjutkan dengan rapat DPC. Bahkan DPD dan DPP juga telah berkomunikasi dengan kami, artinya persoalan ini sudah menjadi perhatian hingga tingkat pusat,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan terkait posisi jabatan, termasuk kemungkinan pergantian Ketua DPRD, sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Di tengah dinamika yang terjadi, Faisal mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terprovokasi.
“Kami berharap masyarakat bisa bersabar dan memberikan ruang bagi proses ini berjalan. Kondusivitas daerah harus tetap dijaga bersama,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





