Tekan Enter untuk mencari

BRIN Kembangkan Dua Satelit Canggih untuk Deteksi Bencana dan Pantau Indonesia

Foto: Ilustrasi Satelit (Shutterstock)

Akupedia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyiapkan langkah besar dalam penguatan teknologi antariksa nasional dengan mengembangkan dua satelit generasi terbaru. Satelit ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam sistem peringatan dini bencana sekaligus memperkuat observasi Bumi secara menyeluruh.

Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Nur Salma Yusuf Hasanah, menjelaskan bahwa salah satu satelit yang tengah dikembangkan adalah Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1). Satelit ini dibekali teknologi canggih seperti kamera multispektral resolusi tinggi, sensor magnetometer untuk mengukur medan magnet, serta sistem komunikasi data.

“Mudah-mudahan dapat segera diluncurkan,” ujar Salma saat menerima kunjungan edukasi di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Bogor, Kamis (30/4/2026).

Selain NEO-1, BRIN juga mengembangkan satelit kedua bernama Nusantara Equatorial IoT (NEI). Berbeda dengan satelit konvensional, NEI akan dirancang dalam bentuk konstelasi atau jaringan beberapa satelit yang saling terhubung. Teknologi ini memungkinkan pemantauan wilayah Indonesia secara real-time tanpa jeda waktu.

“Satelit ini akan dirancang dalam bentuk konstelasi. Tujuannya untuk memantau wilayah Indonesia secara waktu nyata tanpa jeda,” jelas Salma.

NEI memiliki fungsi strategis dalam sistem peringatan dini bencana. Satelit ini akan mengumpulkan data dari berbagai sensor, termasuk sistem deteksi tsunami, pemantauan cuaca, hingga aktivitas gempa. Selain itu, satelit ini juga akan mendukung komunikasi kebencanaan serta pemantauan sektor maritim dan penerbangan.

“Harapannya, terdapat sekitar 10 satelit yang mengorbit di wilayah ekuatorial,” tambahnya.

Pengembangan dua satelit ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Indonesia dalam mengoperasikan satelit nasional sebelumnya. Indonesia telah meluncurkan tiga satelit dari seri LAPAN, yakni LAPAN-A1 pada 2007, LAPAN-A2 pada 2015, dan LAPAN-A3 pada 2016, yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti observasi bumi, komunikasi, dan eksperimen teknologi.

Untuk menunjang operasional satelit, BRIN saat ini juga didukung oleh empat stasiun bumi yang tersebar di Agam, Bogor, Parepare, dan Biak. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung dalam pengendalian dan pengolahan data satelit nasional.

Dengan pengembangan NEO-1 dan NEI, Indonesia diharapkan semakin mandiri dalam teknologi antariksa serta mampu memperkuat mitigasi bencana melalui sistem pemantauan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini