Tekan Enter untuk mencari

77 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Kukar hingga Mei 2026

Foto: Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Kukar, Farida.

Akupedia.id, Tenggarong – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Hingga Mei 2026, UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Kukar mencatat sebanyak 77 kasus yang masuk sejak Januari.

Kepala UPT PPA DP3A Kukar, Farida, mengatakan tren kasus dalam tiga tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Bahkan, tahun 2025 menjadi periode dengan jumlah kasus tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Memang meningkat dari tahun sebelumnya dan kalau dilihat trennya selalu meningkat,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurut Farida, kasus yang paling mendominasi pada 2025 merupakan kekerasan seksual yang melibatkan anak sebagai korban. Sementara, mayoritas pelaku merupakan orang dewasa.

“Dominasi kasus yang paling tinggi itu kekerasan seksual terhadap anak. Pelakunya kebanyakan orang dewasa, jadi korbannya anak-anak,” katanya.

Ia berharap jumlah kasus pada 2026 tidak melampaui angka yang terjadi pada tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap terus melakukan pendampingan dan penanganan terhadap korban yang melapor.

“Semoga saja di 2026 ini tidak melebihi dari 2025, harapan saya seperti itu,” tambahnya.

Dari sisi wilayah, Kecamatan Tenggarong menjadi daerah dengan jumlah laporan terbanyak. Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan jumlah penduduk yang lebih besar dibanding wilayah lain di Kukar.

“Sekarang paling banyaknya di Tenggarong karena memang jumlah penduduknya lebih banyak. Kalau di wilayah hulu contohnya Muara Kaman,” tutup Farida.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini