Akupedia.id, TENGGARONG – Jalan lintas Kalimantan di Dusun Margasari, RT 04, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan pada Sabtu (15/8/2026).
Badan jalan yang berada di kawasan tersebut amblas hingga ke arah Sungai Mahakam. Kondisi ini membuat akses penghubung antara Samarinda, Tenggarong hingga Balikpapan tersebut putus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Berdasarkan keterangan salah seorang warga, Rozikin, mengatakan sebelum kondisi jalan semakin parah, pada malam hari sudah terdengar suara retakan di sekitar badan jalan.
“Pas malam itu sudah bunyi, sudah retak-retak. Pas subuhnya itu langsung turun,” ujar Rozikin.
Menurutnya, sebelumnya lokasi tersebut memang sudah mengalami retakan namun masih dapat dilalui kendaraan, termasuk mobil berukuran besar yang biasa melintas pada malam hari. Namun, setelah badan jalan mengalami penurunan, kendaraan sudah tidak dapat melintas seperti sebelumnya.
“Kalau malam itu kadang mobil-mobil perusahaan, mobil-mobil besar itu lewat,” katanya.
Rozikin menyebut kerusakan di lokasi tersebut bukan pertama kali terjadi. Titik jalan itu sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan dan telah mendapatkan perbaikan sekitar satu setengah tahun lalu.
“Terakhir perbaikannya kemarin, perbaikan yang bisa dilewati. Tahun yang lalu, satu tahun setengah mungkin,” ujarnya.
Kondisi jalan yang amblas turut berdampak terhadap rumah warga di sekitar lokasi. Rozikin menyebut terdapat sekitar lima hingga enam rumah yang terdampak, sementara informasi di lapangan menyebut jumlah rumah yang berada dalam area terdampak mencapai sekitar 10 rumah.
Meski kondisi jalan semakin membahayakan, Rozikin mengatakan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi masih bertahan di tempat tinggal masing-masing. Hingga kini, menurutnya, belum ada imbauan dari pemerintah desa untuk melakukan evakuasi maupun penyediaan tempat pengungsian.
“Masih ditempatin. Belum ada imbauan dari desa sendiri untuk evakuasi, belum ada tempat posko. Orang-orang banyak di rumah, belum ada yang mengangkat barangnya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga lainnya, Jeri, menyebut badan jalan tersebut mulai amblas sekitar pukul 05.00 WITA. Kerusakan yang menyebabkan badan jalan amblas hingga ke arah Sungai Mahakam ini membuat masyarakat sekitar harus mengalihkan lalu lintas melalui jalan alternatif.
Warga pun diimbau tidak memaksakan diri melewati lokasi tersebut, mengingat kondisi badan jalan sudah tidak memungkinkan untuk dilalui dan masih berpotensi mengalami pergerakan susulan.
Hingga kini pemerintah desa dan instansi terkait masih berkoordinasi untuk penanganan sementara.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





