Tekan Enter untuk mencari

Akses Kenohan–Kota Bangun Lumpuh, Jalan Berlumpur Picu Antrean dan Truk Terbalik

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Ruas jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kenohan dan Kecamatan Kota Bangun di Tenggarong dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kondisi badan jalan yang berlumpur serta dipenuhi lubang membuat arus lalu lintas tersendat, bahkan sejumlah kendaraan terjebak di kubangan tanah basah.

Kerusakan paling parah terpantau berada di wilayah Desa Sekampar, Kecamatan Kenohan, tepatnya di sekitar simpang menuju Desa Semayang.

Di titik tersebut, pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa mengurangi kecepatan secara ekstrem demi menghindari lubang besar dan genangan lumpur yang licin. Situasi ini membuat perjalanan yang biasanya lancar berubah menjadi penuh risiko.

Warga setempat menyebut ada dua titik utama yang mengalami kerusakan paling serius, meski panjang ruas jalan yang terdampak tidak terlalu jauh. Namun, kondisi itu cukup untuk menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama pada pagi dan sore hari saat mobilitas masyarakat meningkat.

Mamat, seorang warga yang melintas menuju Desa Semayang, mengaku menyaksikan langsung dampak buruk kerusakan jalan tersebut.

“Saya melintas sore tadi sekitar jam 4, ada mobil truk terbalik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa antrean kendaraan bahkan sudah terjadi sejak pagi hari. Sejumlah truk bermuatan berat dan mobil pribadi harus bergantian melintas dengan ekstra hati-hati agar tidak terperosok.

Beberapa pengendara terlihat saling membantu mendorong kendaraan yang terjebak di lumpur. Pemandangan itu menjadi gambaran nyata betapa parahnya kondisi jalan saat ini. Tidak sedikit kendaraan roda empat yang harus berhenti cukup lama menunggu giliran melewati jalur yang relatif lebih aman.

Kerusakan jalan disebut semakin memburuk akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Struktur jalan yang masih berupa tanah labil berubah menjadi licin dan sulit dilalui ketika diguyur hujan.

Selain faktor cuaca, tingginya lalu lintas kendaraan bertonase besar, seperti truk pengangkut kelapa sawit, juga diduga mempercepat kerusakan badan jalan.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, minimal melakukan penanganan darurat agar akses antar kecamatan kembali normal. Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan gangguan distribusi barang dan mobilitas warga akan semakin meluas serta meningkatkan risiko kecelakaan di kemudian hari.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini