Akupedia.id, Tenggarong – Dentuman musik Reog Ponorogo memecah suasana khidmat di halaman Mapolres Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (1/7/2026). Saat para tamu masih menikmati rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, puluhan seniman dari Kecamatan Loa Kulu tiba membawa kejutan yang mengubah seremoni menjadi pesta kebudayaan yang penuh kehangatan.
Sebanyak 18 grup Paguyuban Seni Budaya se-Kecamatan Loa Kulu datang dengan membawa tumpeng, buket bunga, serta berbagai pertunjukan seni tradisional sebagai ungkapan selamat ulang tahun untuk Polri. Bukan sekadar hiburan, penampilan itu menjadi simbol eratnya hubungan antara masyarakat dan kepolisian.
Kejutan tersebut merupakan inisiatif Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto. Menurutnya, Hari Bhayangkara menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan bahwa Polri tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama masyarakat, termasuk para pelaku seni budaya.
“Ini adalah wujud cinta dan kedekatan masyarakat, khususnya para pelaku seni, terhadap institusi Polri. Kami ingin memberikan sesuatu yang berkesan di Hari Bhayangkara ini,” ujarnya.
Kehadiran rombongan seniman disambut hangat oleh Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Bupati Kutai Kartanegara, Ketua DPRD Kukar, serta tamu undangan lainnya. Suasana yang semula berlangsung formal perlahan berubah menjadi akrab, diiringi tepuk tangan dan senyum dari para hadirin.
Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika Kapolres AKBP Khairul Basyar, Bupati Kukar, dan Ketua DPRD Kukar diajak naik ke atas dadak merak Reog Ponorogo. Diiringi alunan musik tradisional, ketiganya diarak mengelilingi halaman Mapolres. Gelak tawa dan sorak-sorai pun pecah, menghadirkan pemandangan yang jarang terlihat dalam sebuah peringatan resmi.
Bagi para seniman, atraksi tersebut bukan sekadar pertunjukan. Ada pesan tentang kebersamaan, penghormatan, sekaligus harapan agar hubungan antara Polri dan masyarakat terus terjalin harmonis.
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengaku terharu menerima kejutan itu. Menurutnya, perhatian dan dukungan yang diberikan para pelaku seni menjadi energi positif bagi jajaran Polres Kukar untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Di Hari Bhayangkara ke-80, halaman Mapolres Kukar tak hanya menjadi tempat berlangsungnya seremoni. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan, tempat budaya, pemerintah, masyarakat, dan kepolisian bertemu dalam satu irama.
Di antara dentuman kendang dan megahnya dadak merak, tersimpan pesan bahwa kedekatan dengan masyarakat adalah kekuatan yang terus dijaga oleh Polri.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





