Tekan Enter untuk mencari

Pembangunan Lapas Perempuan Belum Rampung, Kukar Harap Dukungan Pemprov Kaltim

Foto: Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono.

Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dapat melanjutkan penyelesaian pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong.

Harapan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, usai mendampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meninjau lapas tersebut, Jumat (3/7/2026).

Sunggono mengatakan, kunjungan Gubernur Kaltim menjadi momentum untuk memastikan pelayanan bagi warga binaan perempuan mendapat perhatian, terutama terkait kondisi lapas yang masih mengalami keterbatasan fasilitas akibat pembangunan yang belum rampung.

“Beliau ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Lapas Perempuan, berjalan sesuai harapan. Tadi beliau juga memberikan perhatian terhadap rencana penyelesaian pembangunan lapas yang selama ini belum tuntas,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Kukar telah memberikan dukungan sejak awal pembangunan. Namun, keterbatasan anggaran membuat proyek tersebut belum dapat diselesaikan.

Ia menyebut, total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan mencapai sekitar Rp28 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemkab Kukar telah mengalokasikan hampir Rp8 miliar sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp20 miliar.

“Kurang lebih kebutuhan anggarannya Rp28 miliar. Yang sudah kita bantu hampir Rp8 miliar, sehingga masih ada kekurangan sekitar Rp20 miliar. Mudah-mudahan komitmen Pak Gubernur tadi bisa segera direalisasikan,” jelasnya.

Sunggono menambahkan, kompleks lapas tersebut berdiri di atas lahan sekitar empat hektare. Secara fisik bangunan utama telah berdiri, namun masih membutuhkan penyelesaian agar dapat difungsikan secara optimal.

Ia juga menyoroti kondisi kapasitas lapas yang saat ini sudah tidak memadai. Menurutnya, banyak warga binaan perempuan yang masih harus dititipkan di lembaga pemasyarakatan lain karena keterbatasan ruang.

“Kalau melihat langsung ke dalam, memang kondisinya cukup memprihatinkan. Ruangannya sempit dan kurang layak.

Ia pun berharap, setelah seluruh pembangunan selesai, bangunan lama dan bangunan baru bisa dimanfaatkan bersama sehingga seluruh warga binaan dapat menempati fasilitas yang lebih layak.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini