Akupedia.id, Tenggarong – Bencana longsor yang terjadi di Jalan Poros Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), turut berdampak terhadap jaringan perpipaan Perumda Tirta Mahakam.
Direktur Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengungkapkan sekitar 600 sambungan rumah (SR) terputus akibat jaringan pipa yang mengalami kerusakan dan terlepas akibat pergerakan tanah di lokasi longsor.
Untuk memastikan pelayanan air bersih bagi masyarakat, Perumda Tirta Mahakam akan segera memindahkan jaringan pipa yang terdampak ke jalur baru.
“Bencana ini ada sekitar 600 sambungan rumah yang berdampak. Mau tidak mau, karena memang jaringan pipa kita ini lepas, akan kita pindahkan nanti,” ujar Suparno, Sabtu (15/8/2026).
Ia menjelaskan, proses pemindahan jaringan pipa akan segera dimulai. Pihaknya juga meminta koordinasi dengan Pemerintah Desa Jembayan agar petugas mendapatkan akses untuk melakukan pemasangan jaringan pipa pengganti.
Menurutnya, pemindahan jaringan tersebut diperlukan agar pelayanan air bersih, khususnya bagi masyarakat di wilayah Jembayan Hulu, tetap dapat berjalan.
“Kami koordinasi dengan Pak Kades supaya kami juga mendapatkan akses untuk memasang jaringan pipa baru, pengganti yang ada ini, sehingga diharapkan untuk wilayah hulu, daerah Jembayan Hulu ini juga tidak bermasalah terhadap kondisi air,” jelasnya.
Suparno menargetkan pekerjaan pemindahan jaringan pipa dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Target tersebut ditetapkan untuk mengantisipasi kondisi jaringan yang berpotensi semakin parah apabila tidak segera ditangani.
“Insya Allah kami besok akan mulai. Saya minta satu minggu harus selesai. Karena ini kita tidak tahu kondisinya, sampai terputus nanti pasti akan lebih parah,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan penanganan tersebut juga merupakan instruksi dari Bupati Kukar Aulia Rahman Basri agar dampak longsor terhadap pelayanan masyarakat segera ditangani.
Dalam pelaksanaannya, Suparno juga mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi berupa akses pemasangan jaringan yang harus melewati sejumlah rumah warga. Penggalian untuk pemasangan pipa baru nantinya dilakukan di depan rumah warga yang berada di jalur jaringan.
Karena itu, Suparno meminta dukungan masyarakat, terutama berupa izin untuk proses penggalian dan pemasangan jaringan pipa baru. Ia memastikan kondisi area yang terdampak pekerjaan akan dikembalikan seperti semula setelah pengerjaan selesai.
“Mohon dukungan kepada masyarakat pada saat penggalian, tentunya melalui depan-depan rumahnya. Tentunya akan kita kembalikan seperti semula,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





