Akupedia.id, Tenggarong – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau masyarakat untuk memastikan kelengkapan imunisasi anak, menyusul ditemukannya sejumlah kasus suspek campak di beberapa wilayah.
Berdasarkan hasil penelusuran petugas kesehatan, sebagian kasus yang ditemukan diketahui terjadi pada anak dengan riwayat imunisasi yang belum lengkap. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit campak.
Ketua Tim Kerja Survei Kasus, Imunisasi, dan Penangggulangan Kejadian Luar Biasa (SIPKLB) Dinkes Kukar, Hamdana Yunisar, menilai kelengkapan imunisasi menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit serta meningkatkan perlindungan kesehatan anak sejak usia dini.
Melalui program imunisasi dasar, anak-anak dapat terlindungi dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Karena itu, orang tua diminta untuk memeriksa kembali kelengkapan imunisasi anak melalui buku KIA atau buku kesehatan ibu dan anak yang biasa dibawa saat kegiatan posyandu. Jika masih terdapat imunisasi yang belum terpenuhi, masyarakat dianjurkan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk melengkapinya.
“Tolong segera dilengkapi dengan mendatangi petugas kesehatan yang berada di dekat tempat tinggalnya. Lengkapi segera sebelum dia berusia 5 tahun atau 59 bulan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak menunda pemberian imunisasi pada anak, karena imunisasi merupakan perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit menular.
“Ada 11 penyakit sebenarnya yang bisa dicegah dengan imunisasi. Jadi berharap masyarakat sadar bukan hanya sekedar campak saja. Tapi penyakit-penyakit lain yang harusnya bisa dicegah dengan imunisasi,” tambahnya.
Secara khusus, imunisasi campak dianjurkan diberikan kepada anak pertama kali saat berusia sembilan bulan. Selanjutnya, imunisasi lanjutan diberikan pada usia 18 bulan untuk memperkuat perlindungan terhadap virus campak.
Program imunisasi campak juga kembali diberikan saat anak memasuki usia sekolah dasar, tepatnya di kelas 1. Pemberian imunisasi tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus bersamaan dengan program pemberian vitamin A bagi anak sekolah.
Melalui upaya tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi semakin meningkat sehingga anak-anak dapat terlindungi dari campak maupun berbagai penyakit lain yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini melalui imunisasi.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





