Akupedia.id, Tenggarong – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Junadi, mengingatkan generasi muda agar tetap menjaga adat dan budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan Junadi usai mengikuti ziarah ke makam Raja dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, ziarah ini menjadi salah satu bentuk perhatian dan penghormatan terhadap tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Kota Tenggarong.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita sudah melakukan ziarah ke Makam Sultan Aji Imbut. Ini salah satu wujud perhatian kita kepada Sultan Kota Tenggarong karena beliau adalah salah satu tokoh pendiri Kota Tenggarong,” ujar Junadi.
Ia mengatakan, adat dan budaya merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu terus dijaga. Namun, perkembangan teknologi turut membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk generasi muda yang dinilai mulai menjauh dari adat budaya.
“Karena zaman sekarang sudah mulai terkikis dengan kemajuan teknologi, anak-anak muda sekarang sudah mulai meninggalkan adat budaya,” katanya.
Karena itu, Junadi mengajak generasi muda di Kukar untuk kembali mencintai dan menjaga adat budaya daerah. Menurutnya, keberlangsungan budaya tidak akan terlepas dari kepedulian masyarakat untuk mempertahankannya.
“Untuk itu saya mengajak adik-adik semua yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara bagaimana kita mencintai adat budaya kita sendiri. Karena kalau tidak kita sendiri yang mencintai, siapa lagi yang akan mempertahankan adat budaya kita?” tuturnya.
Ia menambahkan, DPRD Kukar akan terus memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan adat, budaya dan pariwisata.
Dukungan tersebut, kata Junadi, termasuk melalui penganggaran maupun kebijakan lain untuk mendorong kemajuan pariwisata di Kukar.
“Selama ini kita hal-hal yang berbau dengan adat budaya, hal-hal pariwisata, insya Allah DPRD terus akan menjaga, baik itu penganggaran maupun hal-hal lain untuk kemajuan pariwisata di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





