Tekan Enter untuk mencari

Puluhan Siswa dan Guru di Sebulu Dirawat Usai Menyantap Menu MBG, Penyebab Masih Diselidiki

Foto: Istimewa

Akupedia.id, Tenggarong – Sebanyak 46 siswa dan guru di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjalani perawatan medis setelah mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 3 Agustus 2026. Hingga Senin sore, penyebab kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.

Para korban berasal dari SDN 025 Sebulu, SDN 003 Sebulu Ulu, Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Sebulu Ulu. Seorang kader Posyandu yang mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada balita juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Data sementara menunjukkan 27 pasien menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD), sedangkan 19 lainnya mendapat penanganan di poli anak Puskesmas Sebulu I. Keluhan yang dialami antara lain pusing, mual, muntah, sakit perut, dan lemas. Belum ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit.

Camat Sebulu Edy Fahruddin mengatakan para siswa dan guru mulai mengeluhkan gejala tidak lama setelah makanan dibagikan pada pagi hari.

“Kurang lebih sekitar 46 orang yang terdiri dari anak-anak dan guru sudah dilarikan ke puskesmas terdekat,” kata Edy.

Menurut dia, pihak sekolah bersama tenaga kesehatan segera mengevakuasi para korban untuk mendapatkan penanganan medis.

Edy mengatakan informasi awal yang diterimanya menyebut makanan yang dikonsumsi diduga tidak lagi dalam kondisi baik. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para korban.

“Menurut informasi awal, makanannya terasa masam dan pentolnya basi, tapi ini masih belum pasti,” ujarnya.

Laporan awal Puskesmas Sebulu I menyebutkan seluruh pasien datang dengan keluhan yang muncul setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan melalui program MBG. Seluruhnya masih menjalani observasi.

Peristiwa itu membuat Puskesmas Sebulu I dipenuhi keluarga siswa yang datang untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan sampel makanan maupun evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di lokasi itu belum diumumkan.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini