Akupedia.id, Tenggarong – Selain menjalani masa pidana, para warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong juga mendapatkan berbagai pembinaan keterampilan, salah satunya tataboga.
Hasil olahan tataboga yang diproduksi warga binaan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. Produk tersebut bahkan akan menjadi sajian tetap di ruang kerja gubernur.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, menyampaikan produk yang dibuat warga binaan selama ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang tata boga. Selain menjadi sarana pelatihan keterampilan, hasil penjualan produk juga memberikan manfaat ekonomi bagi para warga binaan.
“Suatu kebanggaan kalau karya mereka bisa diapresiasi, apalagi sampai setingkat gubernur. Alhamdulillah Pak Gubernur tadi menyampaikan bahwa produk kami akan menjadi sajian tetap di ruang kerja beliau,” ujarnya usai menerima kunjungan Gubernur Kaltim, Jumat (3/7/2026).
Menurut Riva, setiap produk yang berhasil dipasarkan memberikan premi kepada warga binaan. Dana tersebut kemudian ditabung sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Anak-anak tetap berproduksi, premi tabungannya juga semakin bertambah. Jadi saat mereka keluar nanti, selain memiliki keterampilan juga memiliki tabungan sebagai bekal,” katanya.
Ia menjelaskan, jumlah produksi akan disesuaikan dengan kebutuhan karena pesanan bergantung pada jumlah tamu yang hadir di ruang kerja gubernur.
Selain itu, Lapas Perempuan Tenggarong juga menjalin kolaborasi dengan Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam memasarkan hasil karya warga binaan. Produk tataboga berupa roti dan aneka kue nantinya akan dipasarkan melalui galeri dan kafe milik Lapas Tenggarong, melengkapi produk olahan lain yang telah lebih dulu dipasarkan di sana.
Menurut Riva, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran produk sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman berwirausaha selama menjalani masa pembinaan.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





