Akupedia.id, Tenggarong – Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari menjadi peluang bagi Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menjaring atlet potensial. Namun, potensi tersebut perlu didukung pembinaan yang merata, ketersediaan fasilitas, serta pelatih yang memiliki kompetensi sesuai standar.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sopan Sopian, menilai pengembangan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan inisiatif pengurus cabang olahraga. Pemerintah daerah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta sekolah perlu mengambil peran agar pembinaan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Menurutnya, komunikasi antara pengurus cabang olahraga dan instansi terkait menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebutuhan klub mendapatkan perhatian.
“Pembinaan cabang olahraga ini memang harus ada sinergi. Cabang olahraga juga harus berkomunikasi dengan Dispora dan KONI agar klub-klub bisa terakomodasi,” ujar Sopan, Selasa (20/10/2026).
Ia menyebut atletik, khususnya melalui Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), sebagai salah satu cabang olahraga yang perlu mendapat dukungan. Sejumlah klub di daerah membutuhkan perhatian agar program latihan dan pembinaan atlet dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Sopan menegaskan, pemerataan pembinaan harus menjadi perhatian bersama. Komitmen pengurus cabang olahraga perlu disertai dukungan pemerintah, terutama dalam menyediakan fasilitas dan membuka kesempatan bagi masyarakat di berbagai kecamatan untuk mengembangkan kemampuan olahraga.
“Ini menjadi perhatian khusus. Tentunya, siapa pun yang menjadi ketua cabang olahraga harus memiliki perhatian terhadap pembinaan tersebut,” tuturnya.
Ia juga mendorong keterlibatan sekolah dalam proses penjaringan dan pengembangan calon atlet. Dengan dukungan tersebut, potensi olahraga di kalangan pelajar diharapkan dapat ditemukan dan dikembangkan sejak dini.
“Namun, kami berharap ke depannya pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab ketua cabang olahraga. Bagaimana ini juga menjadi perhatian pemerintah, termasuk pemerintah melalui sekolah, agar semua cabang olahraga bisa difasilitasi dan diakomodasi,” pungkasnya.
Di sisi lain, Dispora Kukar mulai memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga melalui pelatihan dasar bagi pelatih atletik. Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni AB, mengatakan peningkatan kemampuan pelatih menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembinaan atlet di daerah.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM) di olahraga. Hari ini kami melaksanakan pelatihan dasar untuk pelatih atletik,” ujarnya.
Aji Ali melihat tren olahraga lari yang semakin populer di masyarakat sebagai peluang untuk menemukan bibit atlet baru. Antusiasme, terutama di kalangan anak muda, perlu diarahkan melalui latihan dan pendampingan yang tepat agar berpeluang berkembang menjadi prestasi.
“Pelatihan ini wajib kita lakukan sebagai upaya memperkuat pembinaan atletik. Perkembangan atletik di tempat kita ini luar biasa. Kegiatan lari yang sekarang sudah memasyarakat di Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga ini semakin besar,” katanya.
Menurutnya, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan lari perlu dimanfaatkan untuk memperluas pembinaan atletik. Dengan demikian, kegiatan olahraga yang awalnya dilakukan untuk rekreasi juga dapat menjadi jalur bagi mereka yang ingin menekuni olahraga secara serius.
“Semangat lari yang sudah menular ke anak-anak muda tentunya harus kita manfaatkan untuk mengarahkan mereka menjadi atlet berprestasi, khususnya di bidang atletik,” tuturnya.
Meski demikian, Aji Ali mengakui kesiapan pelatih yang memenuhi standar masih menjadi tantangan dalam pengembangan atletik di Kukar. Kondisi ini menjadi alasan pentingnya peningkatan kapasitas pelatih agar pembinaan berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kalau kita lihat, perkembangan atletik sejauh ini sudah luar biasa. Namun, kita belum memiliki kesiapan pelatih yang sesuai dengan standar yang berlaku,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kukar)
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





