Tekan Enter untuk mencari

Hingga Hari Ketujuh, Karhutla di Pendingin Sangasanga Capai 304 Hektare, Titik Api Masih Terdeteksi

Foto: Peta sebaran luas lahan terdampak karhutla di Kelurahan Pendingin hingga penanganan hari ke-7.

Akupedia.id, Tenggarong – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), hingga Senin (24/8/2026) diperkirakan telah mencapai sekitar 304 hektare.

Koordinator Lapangan (Korlap) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Surya Winata, mengatakan luasan tersebut merupakan akumulasi perkembangan kebakaran sejak hari pertama hingga penanganan hari ketujuh berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone.

“Secara total perkembangan terbaru lahan terbakar estimasi dari hari pertama sampai sekarang sekitar 304 hektare yang sudah terbakar. Akan tetapi sampai saat ini masih terdapat titik api,” kata Eko dalam laporan penanganan karhutla BPBD Kukar, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, titik api masih tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Pendingin, termasuk area RT 09. Kondisi medan yang jauh dan tidak memiliki akses jalan menjadi salah satu kendala tim dalam menjangkau seluruh titik kebakaran.

“Karena titik api masih tersebar di beberapa titik di wilayah Pendingin. Lokasinya jauh dan tidak ada akses jalan,” ujarnya.

Pada Senin (24/8/2026), tim gabungan melakukan pemadaman dengan estimasi luasan sekitar 5 hektare. Karhutla tersebut terjadi pada lahan berjenis hutan gambut, sementara sumber air yang digunakan dalam proses pemadaman berasal dari air rawa.

Hingga kini, penyebab kebakaran pun masih belum diketahui.

Penanganan dilakukan sejak dini hari, sekitar pukul 00.30 WITA untuk pemasangan tenda pengungsian. Sekitar pukul 10.00 WITA, tim TRC BPBD bersama tim gabungan lalu melakukan pemadaman di area RT 09.

Penanganan kemudian berlanjut pada sore hari. Sekitar pukul 15.00 WITA, tim mendapat laporan adanya titik api di Gang Mutiara, tepat di depan kantor Kelurahan Pendingin. Titik api tersebut diketahui berada mendekati rumah warga.

Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman menggunakan jet shooter. Sekitar pukul 16.00 WITA, tim dibagi menjadi dua kelompok. Satu tim melanjutkan pemadaman di Gang Mutiara, sementara tim lainnya kembali ke lokasi sebelumnya untuk melakukan pembasahan dan pemadaman sejumlah titik asap.

“Kami membagi tim menjadi dua. Satu tim menggunakan jet shooter melanjutkan pemadaman di Gang Mutiara, dan satu tim lainnya kembali ke lokasi sebelumnya untuk pembasahan dan pemadaman beberapa titik asap,” jelas Eko.

Sekitar pukul 17.45 WITA, tim gabungan menyelesaikan pemadaman dan pembasahan sebelum kembali ke posko untuk beristirahat. Pemantauan terhadap titik api kemudian tetap dilakukan dengan berkoordinasi bersama relawan dan warga.

Namun, Eko menyebut kondisi area terbakar masih belum sepenuhnya aman karena sejumlah titik api masih terlihat.

“Masih ada titik api terlihat, tidak sepenuhnya bisa dipadamkan karena jaraknya cukup jauh dan tidak terjangkau,” katanya.

Selain jarak dan akses menuju lokasi, tim juga menghadapi kendala teknis berupa konektor selang yang sering bermasalah serta sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kabut asap dan angin di sekitar titik kebakaran juga turut menyulitkan proses pemadaman yang dilakukan petugas di lapangan.

Dalam penanganan karhutla ini, BPBD Kukar melibatkan sejumlah unsur, di antaranya PT ABN, PT Equalindo, PT Masbro, CV MAP, Damkar Kecamatan Sanga-Sanga, Redkar Sanga-Sanga Muara, Redkar Pendingin, Karang Taruna Pendingin, Redkar Batuah, serta Redkar Kota Juang.

Hingga laporan terakhir, tim gabungan masih melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang tersisa dan berkoordinasi dengan relawan maupun masyarakat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini