Akupedia.id – Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (24/8/2026) pukul 05.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 6.407 kejadian gempa susulan.
Jumlah tersebut menunjukkan aktivitas seismik di wilayah Flores masih cukup tinggi pascagempa utama yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa susulan yang tercatat memiliki magnitudo mulai dari M1,1 hingga M6,2.
“Update gempa bumi susulan gempa Flores M7,7 hingga tanggal 24 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Total gempa bumi susulan 6.407, magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 1,1,” demikian keterangan BMKG dalam pembaruan informasi aktivitas gempa.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, BMKG mencatat terdapat 33 kejadian dengan magnitudo di atas 5. Sementara itu, sebanyak 137 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.
Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar gempa susulan berkekuatan relatif kecil, masih terdapat sejumlah guncangan yang cukup kuat dan dirasakan warga.
Aktivitas gempa susulan ini merupakan rangkaian dari gempa utama Flores M7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa gempa utama tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas tektonik di zona Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Sejak gempa utama terjadi, jumlah gempa susulan terus mengalami peningkatan. Pada 18 Agustus, BMKG mencatat 2.119 kejadian, kemudian meningkat menjadi 2.768 kejadian pada 19 Agustus. Pada 21 Agustus, jumlahnya telah mencapai 4.258 kejadian.
BMKG menyebut rangkaian gempa susulan tersebut masih berpotensi berlangsung selama beberapa pekan. Berdasarkan pemantauan sebelumnya, aktivitas aftershock diperkirakan dapat terus terjadi sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.
Sejumlah gempa susulan dengan kekuatan cukup signifikan juga telah terjadi dalam beberapa hari setelah gempa utama. BMKG mencatat beberapa guncangan berkekuatan sekitar M5,6 hingga M5,8 yang dirasakan kuat oleh masyarakat dan di sejumlah lokasi turut menyebabkan kerusakan susulan pada bangunan maupun infrastruktur yang sebelumnya telah terdampak gempa.
Di tengah aktivitas seismik yang masih berlangsung, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi mengenai gempa yang sumbernya tidak jelas dan selalu mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa utama maupun gempa susulan. Bangunan yang telah melemah dinilai dapat menimbulkan risiko apabila kembali diguncang gempa.
BMKG hingga kini terus melakukan pemantauan aktivitas gempa secara real-time selama 24 jam. Analisis dilakukan terhadap jumlah kejadian, magnitudo, sebaran sumber gempa, serta perkembangan aktivitas seismik untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Dengan jumlah gempa susulan yang telah menembus lebih dari enam ribu kejadian, masyarakat Flores dan wilayah sekitarnya diharapkan tetap waspada. Namun, kewaspadaan tersebut perlu disertai dengan informasi yang berasal dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah proses pemulihan pascabencana.





