Akupedia.id, Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan proses seleksi calon Pendamping Dedikasi Program Kukar Idaman Terbaik (Pendekar) tidak hanya bertumpu pada kemampuan akademik peserta. Integritas, domisili hingga komitmen mengawal program pemerintah menjadi faktor penentu sebelum nama-nama yang lolos diumumkan pada Selasa (4/8/2026).
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan seluruh peserta yang lolos seleksi tertulis telah menjalani tahapan wawancara. Hasil akhir nantinya diperoleh dari akumulasi nilai tes tertulis dan wawancara yang dilakukan tim seleksi.
“Semua peserta yang lulus tes tertulis sudah mengikuti wawancara. Nilai akhirnya merupakan gabungan dari tes tertulis dan wawancara, kemudian besok akan diumumkan sesuai kebutuhan Pendekar di masing-masing wilayah,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Arianto, wawancara menjadi tahapan penting karena tim seleksi melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi yang diperoleh selama proses rekrutmen. Salah satunya menyangkut domisili peserta.
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah laporan dari masyarakat yang menyebut beberapa pelamar diduga tidak tinggal di wilayah yang didaftarkan saat proses seleksi. Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi langsung kepada peserta saat wawancara.
“Ada peserta yang di biodata mengaku tinggal di desa tertentu, tetapi setelah kami menerima laporan dan melakukan konfirmasi ternyata tidak berdomisili di sana. Hal-hal seperti itu menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian,” katanya.
Selain memastikan domisili, DPMD juga menelusuri kemungkinan adanya hubungan kekerabatan antara peserta dengan perangkat desa, perangkat kelurahan maupun pejabat di wilayah yang akan menjadi lokasi penugasan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga independensi Pendekar ketika mendampingi pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa maupun kelurahan.
“Kami juga memastikan tidak ada hubungan kekerabatan yang bertentangan dengan ketentuan. Kalau ada dan terbukti, tentu akan menjadi pertimbangan tim seleksi,” jelas Arianto.
Tak hanya itu, komitmen peserta terhadap pelaksanaan Program Kukar Idaman Terbaik juga menjadi materi yang didalami dalam wawancara. DPMD ingin memastikan Pendekar yang terpilih memiliki pemahaman dan kesungguhan dalam mengawal program dedikasi pemerintah daerah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau mereka tidak memiliki komitmen yang kuat untuk mengawal program ini, tentu menjadi salah satu pertimbangan bagi tim seleksi,” tegasnya.
Arianto menyebut kebutuhan Pendekar tahun ini mencapai lebih dari 300 orang. Sebanyak 60 orang akan ditempatkan di tingkat kecamatan, sedangkan sekitar 240 lainnya akan bertugas di desa dan kelurahan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Ia memastikan seluruh wilayah di Kukar telah memiliki pelamar sehingga tidak ada kecamatan maupun desa yang kosong dari peserta seleksi.
Lebih lanjut, Arianto meluruskan anggapan bahwa Pendekar yang direkrut tahun ini merupakan kelanjutan dari Pendekar pada program bantuan Rp50 juta per RT. Menurutnya, kedua program tersebut berbeda, baik dari sisi tugas maupun mekanisme rekrutmen.
“Memang ada mantan Pendekar program sebelumnya yang ikut mendaftar, tetapi mereka tidak mendapat perlakuan khusus. Semua peserta memiliki peluang yang sama dan harus memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Pendekar yang dinyatakan lolos akan menandatangani kontrak kerja selama satu tahun sesuai tahun anggaran. Kontrak tersebut dapat diperpanjang setiap tahun berdasarkan evaluasi kinerja dan ketersediaan anggaran daerah selama Program Kukar Idaman Terbaik masih berjalan.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





