Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah membayarkan sekitar Rp260 miliar dari total utang kepada pihak ketiga sebesar Rp820 miliar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, memastikan pembayaran dilakukan secara bertahap dengan menyisihkan sebagian dana setiap kali transfer dari pemerintah pusat masuk ke kas daerah.
Sunggono menjelaskan, setiap kali dana transfer dari pemerintah pusat diterima, Pemkab Kukar langsung mengalokasikan sekitar 10 hingga 20 persen untuk membayar kewajiban kepada pihak ketiga.
“Kalau itu ya setiap ada transfer dari pusat, kita langsung sisihkan setidaknya 10 sampai 20 persen untuk dicicil. Sekarang angkanya sudah lebih dari Rp260 miliar yang sudah kita bayarkan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, hingga awal Juli 2026, realisasi transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah baru mencapai sekitar 29 persen atau sekitar Rp1,2 triliun. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pembayaran utang dan pelaksanaan pembangunan.
Ia menegaskan, pembangunan fisik tetap berjalan meskipun dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kebutuhan masyarakat.
“Dia tetap ada, tetap ada. Cuma dilakukan secara selektif dan kita upayakan mana yang paling prioritas dan memang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Terkait keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat, Sunggono mengaku tetap optimistis seluruh kewajiban Pemkab Kukar, termasuk pembayaran utang, dapat diselesaikan.
Menurutnya, masih terdapat sekitar 71 persen alokasi transfer yang belum diterima daerah. Jika sebagian besar dana tersebut dapat direalisasikan, maka pembayaran utang diyakini dapat terus dipenuhi.
“Harus optimistis dong, pilihan kita apa lagi? Kalau sekarang baru sekitar 29 persen hak kita yang ditransfer dari pusat, berarti masih banyak yang belum masuk. Katakanlah nanti terealisasi 50 persen lagi saja, insyaallah kewajiban kita bisa terpenuhi,” ungkapnya.
Ia pun meminta dukungan dan doa agar proses transfer dana dari pemerintah pusat berjalan lancar sehingga kondisi keuangan daerah semakin membaik dan berbagai program pembangunan dapat terus dilaksanakan.
“Harus optimistis. Tolong doakan juga teman-teman,” tutup Sunggono.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





