Akupedia.id, Bontang – Iklim investasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Realisasi investasi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah hingga mencapai 123,23 persen.
Melansir dari Antara Kaltim, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatat, target investasi sebesar Rp2,5 triliun berhasil terlampaui dengan capaian realisasi mencapai Rp3,08 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, menyebut capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kota Taman.
“Capaian ini juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,66 persen dibanding realisasi investasi tahun 2024,” ujarnya di Bontang, Rabu.
Menurutnya, pertumbuhan investasi itu tidak hanya berasal dari investor domestik, tetapi juga didukung masuknya penanaman modal asing yang mulai melirik sejumlah sektor potensial di Bontang.
Dari total realisasi investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp3,02 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp54,11 miliar.
Investasi tersebut berasal dari 323 proyek yang dijalankan oleh 81 pelaku usaha besar. Kondisi ini dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis serta keberlanjutan proyek strategis di daerah.
Aspian menjelaskan, sektor PMA didominasi oleh bidang perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Menurutnya, hal itu menunjukkan Bontang mulai berkembang tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga memiliki daya tarik di sektor jasa dan hospitality.
“Ini menjadi indikator bahwa Bontang mulai dilirik untuk pengembangan sektor jasa dan kawasan penunjang industri,” katanya.
Sementara pada sektor PMDN, industri pengolahan masih menjadi penopang utama investasi. Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi tercatat mendominasi hingga 85,96 persen dari total investasi domestik.
Selain itu, sektor perdagangan dan reparasi menyumbang 5,18 persen, industri logam dasar 3,16 persen, usaha jasa lainnya 2,32 persen, serta hotel dan restoran sebesar 1,12 persen.
“Dominasi industri kimia mempertegas posisi Bontang sebagai kawasan industri strategis di Kalimantan Timur,” jelas Aspian.
Berdasarkan wilayah penyebaran, investasi terbesar masih terkonsentrasi di Kecamatan Bontang Utara dengan nilai mencapai Rp1,17 triliun atau sekitar 98,94 persen dari total investasi.
Sementara Kecamatan Bontang Barat mencatat realisasi investasi sebesar Rp9,36 miliar atau 0,79 persen, sedangkan Kecamatan Bontang Selatan sebesar Rp3,2 miliar atau 0,27 persen.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Bontang masih menjadi salah satu daerah tujuan investasi utama di Kalimantan Timur, terutama pada sektor industri dan pengembangan kawasan penunjang ekonomi.





