Akupedia.id, Tenggarong — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi meluncurkan program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (4/5/2026).
Program ini menjadi wujud komitmen Pemkab Kukar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pembiayaan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa beasiswa tersebut merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka luas bagi masyarakat.
“Beasiswa Kukar Idaman merupakan salah satu komponen yang kita siapkan untuk memastikan biaya pendidikan bisa terjamin bagi anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan bahwa saat ini, alokasi anggaran sektor pendidikan di Kukar sudah mencapai 23 persen.
“sebagai bukti bahwa pemerintah serius dalam,” tambah Aulia.
Pada tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 7.026 penerima, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesra Setdakab Kukar, Fathul Alamin, menyampaikan bahwa pendaftaran beasiswa telah dibuka sejak 27 April dan akan berlangsung hingga 26 Mei 2026.
“Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi beasiswa.kukarkab.go.id, dengan durasi kurang lebih satu bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah kuota beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan, dengan total 7.026 penerima yang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA hingga S1, serta program kerja sama tematik.
“Untuk program kerja sama terdapat 155 kuota, sedangkan sisanya merupakan beasiswa stimulus, khususnya untuk jenjang S1 yang paling diminati. Tahun ini, beasiswa S1 stimulus tersedia sebanyak 3.595 kuota dengan nominal Rp5 juta per mahasiswa,” paparnya.
Selain itu, Pemkab Kukar juga menghadirkan program baru berupa bantuan pendidikan bagi santri di pondok pesantren, sebagai upaya pemerataan akses pendidikan berbasis keagamaan.
Dari sisi anggaran, pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp56,4 miliar untuk program beasiswa tahun ini. Meski di tengah kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit, komitmen terhadap sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
“Komitmen Bupati dan Wakil Bupati jelas, tidak ada pengurangan anggaran beasiswa. Bahkan ke depan, diharapkan anggarannya bisa terus ditingkatkan,” tutup Fathul.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





