Akupedia.id, Tenggarong – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Kutai Kartanegara di Kantor Bupati, Kamis (3/4/2026), diwarnai kekecewaan lantaran Bupati tidak hadir menemui massa aksi.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Ibnu Sayyaf Sabililhaq, menyebut ketidakhadiran kepala daerah bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, setiap aksi yang dilakukan mahasiswa selalu berujung tanpa pertemuan langsung dengan Bupati.
“Untuk aksi hari ini, kami cukup kecewa karena Bupati tidak dapat menghadiri massa aksi. Ini bukan yang pertama kali, kami tidak pernah bisa bertemu langsung,” ujarnya.
Kekecewaan ini juga disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Zulkarnain. Ia menilai sikap tersebut menimbulkan tanda tanya besar terhadap keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
“Seharusnya pemerintah hadir bersama masyarakat, berdialog, dan membahas persoalan yang ada. Tapi selama ini tidak pernah terjadi,” tegasnya.
Situasi sempat memanas ketika para massa aksi nekat menerobos masuk ke dalam ruangan kantor untuk memastikan keberadaan Bupati Kukar. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas tidak adanya kepastian kehadiran kepala daerah untuk menemui mereka secara langsung.
Mahasiswa juga menyoroti hasil dialog dengan perwakilan pemerintah daerah yang dinilai tidak memberikan kepastian. Mereka hanya diminta menunggu jadwal audiensi tanpa kejelasan waktu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setkab Kukar, Yani Wardhana, menyampaikan bahwa Bupati tidak dapat hadir karena sedang berada di Jakarta untuk memperjuangkan program daerah.
Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan kembali mengajukan permohonan audiensi dalam waktu dekat dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





