Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39
Tolak Usulan Kenaikan Elpiji 3 Kg, Ini Alsan Wali Kota Samarinda Andi Harun - Akupedia.id

Tolak Usulan Kenaikan Elpiji 3 Kg, Ini Alsan Wali Kota Samarinda Andi Harun


Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Portalborneo.or.id, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun ungkap alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menolak usulan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji 3 kg dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas).

Keputusan ini disampaikan Andi Harun saat menerima audiensi Hiswana Migas di ruang prioritas Anjungan Karamumus pada, Rabu (6/7/2022).

Andi Harun mengatakan, dirinya belum dapat memenuhi permintaan Hiswana Migas lantaran menurutnya daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum dinyatakan selesai.

Baca juga  Kecamatan Samarinda Ulu Usulkan Pengadaan Alat Ukur Bayi

“Menurut pendapat saya selaku wali kota saat ini belum tepat untuk menaikkan (HET elpiji 3 kg,red) karena pertama kita masih dalam keadaan pandemi Covid, karena ada pendemi tentu masih ada pengaruh terhadap daya beli masyarakat,” ujarnya.

Alasan kedua yakni, kata wali kota, belum ada petunjuk perubahan regulasi terkait harga eceran tertinggi dari pemerintah pusat.

Baca juga  Presiden Jokowi Mudik, Hanya Bawa Sedikit Personel ke Solo

Selain itu juga, di tingkat daerah sendiri berdasarkan SK Gubernur Kaltim disebutkan bahwa kenaikan HET elpiji 3 kg hanya diperuntukkan untuk kabupaten/kota yang berjarak 60 kilometer dari Ibu Kota Provinsi.

“Saya mendapatkan informasi dari Hiswana Migas tadi bahwa seperti Kutai Kartanegara naik Rp 500, Balikpapan sebanyak Rp 2.000. Karena ada aturan itu alasan pertama ada regulasi, tentu wali kota menjadi salah apabila menaikan, sementara ada aturan lebih tinggi yakni tentang batas jarak wilayah di atas 60 kilometer,” jelasnya.

Baca juga  Pemkot Samarinda Dan Pemprov Kaltim Saling Berkordiansi Membahas Pengendalian Banjir

Meski telah mengambil keputusan berdasarkan regulasi, Andi Harun meminta pengertian kepada para pengusaha Migas di Kota Samarinda khususnya dan Kaltim pada umumnya.

“Saya meminta pengertian dari teman-teman pengusaha Migas agar juga dapat memahami kondisi sikoligis masyarakat yang daya belinya menurun akibat pandemi Covid. Karena dampak terhadap ekonomi sangat tinggi,” tandasnya.

(NFL/DZL)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved