Tekan Enter untuk mencari

Aksi 214 Kaltim Diwarnai Ketegangan, Kapolda Pastikan Kondisi Tetap Aman

Foto: Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro.

Akupedia.id, Samarinda – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa dan elemen masyarakat di Samarinda, Selasa (21/4/2026), berlangsung relatif kondusif meski diwarnai dinamika di lapangan dan tidak diakhiri dengan dialog langsung bersama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

Kapolda Kaltim, Endar Priantoro, menyampaikan bahwa situasi dalam aksi yang dikenal sebagai Aksi 214 tersebut secara umum dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan korban.

“Pelaksanaan unjuk rasa dapat berjalan damai dan tertib. Secara umum situasi terkendali dan tidak ada korban luka,” ujarnya.

Aksi dipusatkan di dua lokasi, yakni Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim dan Kantor Gubernur, serta diikuti ribuan massa dari aliansi mahasiswa dan masyarakat.

Dalam orasinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan DPRD, yakni mendesak audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan independen.

Di Gedung DPRD, perwakilan pimpinan dewan sempat menemui massa dan menerima aspirasi yang kemudian dituangkan dalam dokumen tertulis sebagai bentuk komitmen.

Usai dari DPRD, massa melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur. Namun, tidak terjadi audiensi langsung dengan gubernur meski yang bersangkutan diketahui berada di dalam kantor.

“Gubernur ada di kantor. Namun massa tidak menghendaki perwakilan untuk audiensi, sehingga tidak terjadi pertemuan,” jelas Endar.

Dalam pengamanan aksi, aparat gabungan TNI-Polri mengerahkan lebih dari dua ribu personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Polisi juga mengamankan sejumlah peserta aksi yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Namun, pendekatan yang digunakan disebut tetap mengedepankan langkah persuasif.

“Ada beberapa yang diamankan, masih dalam pemeriksaan. Kami akan melihat tingkat kesalahannya. Jika tidak fatal, akan dilakukan pembinaan,” katanya.

Aksi 214 ini merupakan bagian dari gelombang protes terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim yang dinilai menuai polemik di tengah masyarakat. Aksi juga diwarnai dengan bentangan spanduk bertuliskan #KALTIMDARURATKKN serta surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berbunyi, “Pak Prabowo, tolong bantu kami sekali lagi.”

Meski sempat terjadi beberapa kali ketegangan antara massa dan petugas, kondisi tetap dapat dikendalikan. Namun, saat sebagian besar mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, masih ada sekelompok massa yang bertahan dan melempari petugas dengan berbagai benda seperti botol, kayu, dan batu.

Massa tersebut akhirnya berhasil dipukul mundur dari kawasan Kantor Gubernur Kaltim sekitar pukul 20.01 WITA.

Hingga saat ini, kepolisian belum menerima informasi resmi terkait rencana aksi lanjutan. Aparat tetap mengimbau agar penyampaian aspirasi ke depan dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini