Akupedia.id, Tenggarong – Pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dimulai. Pencanangan kegiatan dilakukan di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (11/6/2026), dan dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kukar, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat RT, siap mendukung penuh pelaksanaan sensus yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut.
Ia menilai keakuratan data menjadi kunci utama dalam penyusunan kebijakan daerah. Menurutnya, secanggih apa pun sistem pengolahan data yang digunakan, hasilnya tidak akan presisi jika data dasar yang diberikan tidak benar.
“Kami sadar bahwa ketika kita salah dan tidak memberikan dukungan, maka 10 tahun lagi baru kita bisa memperbaiki atau mengoreksi data-data yang kita berikan,” ujar Aulia.
Aulia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka enam. Tujuannya untuk memotret kondisi dan struktur perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menurut Aulia, data hasil sensus nantinya sangat penting sebagai dasar pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami nanti data yang dihasilkan dari proses sensus ini bisa kita gunakan dan bisa diakses oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kukar, Khairil Anwar, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 586 petugas akan diterjunkan dan disebar ke 20 kecamatan di Kukar.
Khairil menjelaskan, luasnya wilayah dan banyaknya objek pendataan membuat pelaksanaan sensus dilakukan selama dua setengah bulan.
“Karena sebarannya luas dan beban masing-masing petugas cukup banyak, maka waktunya kita siapkan sekitar dua bulan setengah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus yang dilakukan secara door to door. Menurutnya, seluruh petugas akan dilengkapi atribut resmi berupa rompi, name tag, dan surat tugas.
Untuk mengantisipasi penyalahgunaan oleh pihak yang mengatasnamakan petugas sensus, BPS juga menyiapkan sistem verifikasi melalui barcode pada name tag petugas.
“Jika masyarakat ragu terhadap petugas yang datang, barcode pada name tag bisa di-scan. Nantinya akan terhubung ke server kami dan memastikan bahwa yang datang benar petugas Sensus Ekonomi,” jelas Khairil.
Khairil pun berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan jawaban yang jujur serta sesuai kondisi sebenarnya agar data ekonomi yang dihasilkan benar-benar akurat dan bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Ia juga berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi dan aktivitas usaha masyarakat di Kukar sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi ke depan.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





