Tekan Enter untuk mencari

Jangan Tertipu Rasa! Ini Makanan dengan Garam Tersembunyi yang Bisa Diam-Diam Ganggu Ginjal

Foto: Ilustrasi

Akupedia.id – Konsumsi garam memang dibutuhkan tubuh, tetapi asupan yang berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi dan membuat kerja ginjal menjadi lebih berat.

Masalahnya, asupan garam sehari-hari tidak selalu berasal dari garam dapur yang digunakan saat memasak. Natrium dalam jumlah cukup tinggi juga dapat ditemukan pada berbagai makanan olahan dan produk kemasan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Kandungan inilah yang kerap disebut sebagai “garam tersembunyi”, karena makanan yang dikonsumsi belum tentu memiliki rasa asin yang kuat, tetapi tetap menyumbang natrium dalam jumlah signifikan.

Direktur Departemen Nefrologi dan Transplantasi Rumah Sakit Umum Aakash Healthcare India, Dr. Vikram Kalra, mengatakan masyarakat perlu memperhatikan sumber natrium selain garam yang digunakan dalam masakan.

Menurutnya, sebagian besar asupan natrium harian dapat berasal dari makanan olahan, makanan siap saji, maupun produk yang dikemas dan dipasarkan secara luas.

“Perlu dicatat, banyak makanan yang tidak memiliki rasa asin khas tetapi mengandung kadar garam tinggi, seperti camilan kemasan, mi instan, dan makanan olahan lainnya,” ujar Dr. Kalra, dikutip dari Hindustan Times.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri merekomendasikan konsumsi garam untuk orang dewasa tidak lebih dari 5 gram per hari, atau kira-kira setara dengan satu sendok teh. Jumlah tersebut bukan hanya garam yang ditambahkan saat memasak, tetapi mencakup seluruh garam yang masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman.

Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Camilan kemasan, mi instan, makanan olahan, hingga makanan yang dibeli dari restoran dapat menjadi sumber natrium tambahan yang terkadang tidak disadari.

Asupan natrium yang terlalu tinggi menjadi perhatian khusus bagi orang yang sudah memiliki masalah kesehatan tertentu. Pada kelompok berisiko, kelebihan garam dapat memperburuk kondisi yang sudah ada dan meningkatkan beban terhadap sistem kardiovaskular maupun ginjal.

Beberapa kondisi yang patut diwaspadai antara lain penyakit ginjal kronis, hipertensi, gagal jantung kongestif, serta riwayat batu ginjal.

Selain memperhatikan jumlah garam, masyarakat juga perlu mengenali sejumlah tanda yang dapat menjadi peringatan ketika terjadi gangguan pada tubuh. Beberapa di antaranya adalah berkurangnya volume urine secara drastis, munculnya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, urine yang mengandung darah, sesak napas yang semakin berat, serta mual dan muntah secara berkelanjutan.

Pada pasien yang sedang menjalani pemantauan medis, gangguan akibat asupan natrium juga dapat terlihat melalui perubahan kadar kreatinin, perubahan konsentrasi elektrolit, hingga perubahan pola buang air kecil.

Meski demikian, mengurangi garam bukan berarti masyarakat harus menghilangkan cita rasa dari makanan. Rasa gurih dan segar tetap dapat diperoleh dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.

Rempah-rempah, bawang putih, bawang merah, maupun perasan lemon dapat digunakan untuk memperkuat cita rasa makanan tanpa harus menambahkan garam secara berlebihan.

Yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri membaca label informasi nilai gizi sebelum membeli makanan kemasan. Kandungan natrium pada setiap produk dapat berbeda sehingga konsumen perlu memperhatikan jumlah yang dikonsumsi, terutama jika makanan tersebut dikonsumsi secara rutin.

Memilih bahan makanan segar juga dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengendalikan asupan natrium harian. Konsumsi makanan olahan dan makanan kemasan sebaiknya tidak berlebihan.

Garam pada dasarnya tetap merupakan bagian dari kebutuhan tubuh dan tidak harus dihindari sepenuhnya. Namun, jumlah yang dikonsumsi perlu dikendalikan agar tidak melampaui batas yang dianjurkan.

Dengan lebih memperhatikan sumber natrium yang berasal dari makanan sehari-hari, masyarakat dapat membantu menjaga tekanan darah sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan yang berkaitan dengan konsumsi garam berlebihan dalam jangka panjang.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini