Akupedia.id, Tenggarong – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), semakin meluas. Pada Selasa (25/8/2026), api bahkan dilaporkan mendekati permukiman warga.
Karhutla yang menurut masyarakat telah berlangsung selama sekitar dua pekan tersebut juga menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti kawasan permukiman. Kondisi ini membuat jarak pandang warga menjadi terbatas, terutama ketika asap tertiup angin kencang.
Kondisi tersebut turut dibagikan masyarakat melalui media sosial. Salah satunya akun Facebook @Lilis yang mengunggah video kondisi kabut asap tebal di sekitar tempat tinggalnya pada Selasa (25/8/2026).
“Pendingin sedang tidak baik-baik saja,” tulisnya.
Unggahan serupa juga dibagikan akun Facebook @Yunita Rna yang memperlihatkan kondisi jalan di tengah kepungan asap.
“Asap mulai tebal di jalan,” sebutnya.
Saat dikonfirmasi melalui pesan Messenger, Rabu (26/8/2026), Lilis mengatakan karhutla di wilayah tersebut telah berlangsung selama dua pekan tanpa jeda.
“Karhutla di sini sudah dua minggu, tanpa jeda tanpa henti,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi diperparah dengan belum turunnya hujan dan angin yang cukup kencang. Paparan asap juga mulai dikeluhkan masyarakat, terutama anak-anak dan lanjut usia.
Ia menyebut sejumlah warga mengalami keluhan seperti batuk, pilek hingga sesak napas akibat terpapar asap. Namun, ia mengatakan pihak kelurahan dan puskesmas setempat telah menyiapkan posko tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“Anak-anak dan lansia banyak yang mengeluh batuk, pilek dan sesak, tapi sudah ada posko pengungsian dan Puskesmas membuka layanan tanggap darurat,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Surya Winata, mengatakan hingga saat ini warga belum diarahkan untuk mengungsi secara permanen.
Menurutnya, warga hanya diminta meninggalkan rumah sementara apabila kondisi asap dan kobaran api mulai mendekati permukiman. Setelah situasi dinilai aman, warga dapat kembali ke rumah masing-masing.
“Untuk saat ini tidak ada warga yang mengungsi. Mereka diarahkan mengamankan diri keluar dari rumah saat asap dan kebakaran mendekati rumah mereka. Saat sudah selesai pemadaman dan aman, mereka kembali ke rumah masing-masing,” ujar Eko.
Ia menambahkan, apabila kondisi di lapangan semakin memburuk dan pengungsian diperlukan, posko pengungsian akan ditempatkan di Kantor Kelurahan Pendingin, yang saat ini juga menjadi lokasi posko tim pemadam.
“Jika seandainya nanti ada pengungsian, maka akan ditempatkan di lokasi yang sama dengan posko tim pemadam, yakni di Kantor Kelurahan,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





