Tekan Enter untuk mencari

Dilanda Kemarau Panjang, Kukar Gelar Doa Bersama Lintas Agama Memohon Hujan

Foto: Shalat Istisqa di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Kartanegara, dan Doa Bersama Umat Kristiani di Taman Tanjong.

Akupedia.id, Tenggarong – Sudah memasuki awal September 2026, namun hujan belum juga turun di Kabupaten Kutai Kartanegara ukar). Langit yang lama tak menurunkan hujan membuat kondisi kering semakin terasa, sementara berbagai persoalan mulai muncul di sejumlah wilayah.

Salah satu dampak yang paling terlihat adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Pemkab Kukar, kebakaran telah melanda ratusan hektare lahan di sejumlah kecamatan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Kukar tidak hanya mengandalkan penanganan teknis. Bersama unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi dampak kemarau dan karhutla, mulai dari pemadaman titik api, penyaluran bantuan air bersih, hingga penyiagaan posko kebencanaan.

Namun, pada Rabu (2/9/2026), ikhtiar tersebut dilengkapi dengan doa.

Pemkab Kukar menggelar doa bersama lintas agama secara serentak di 20 kecamatan. Kegiatan ini juga melibatkan sekolah dan masyarakat dari berbagai agama untuk memohon agar hujan segera turun di Bumi Etam.

Di Kecamatan Tenggarong, umat Muslim melaksanakan Shalat Istisqa yang dipusatkan di Kantor Bupati Kukar. Sementara umat Kristen berdoa di Taman Tanjong, selain itu umat Hindu dan Budha berdoa di rumah ibadah masing-masing.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan berbagai upaya penanganan di lapangan terus dilakukan pemerintah bersama seluruh unsur terkait. Namun, kondisi yang dihadapi saat ini juga menyadarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan.

Menurutnya, selain ikhtiar secara fisik, doa menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Sebagai manusia, terdapat keterbatasan dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kemarau panjang.

“Namun, di samping ikhtiar fisik dan kerja keras tersebut, sebagai insan beriman kita menyadari sepenuhnya bahwa manusia terbatas, dan kita sangat membutuhkan campur tangan serta pemulihan dari Sang Pencipta,” lanjutnya.

Doa pun dipanjatkan dengan harapan yang sama, meski dilakukan oleh umat dari agama yang berbeda dan di tempat yang berbeda pula.

“Hari ini juga selain umat muslim, juga umat agama yang lain melakukan doa bersama dengan satu tujuan, yakni kita berharap bahwa hujan segera turun di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.

Ia menjelaskan, kemarau panjang tidak hanya memicu karhutla, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.

“Akibat atau dampak dari kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, kita melihat terjadi bencana kebakaran, terjadi bencana kesulitan air bersih di beberapa titik dan sawah-sawah kita juga tidak teraliri air sebagaimana biasanya atau sebagaimana mestinya,” katanya.

Melalui doa bersama tersebut, Pemkab Kukar berharap hujan segera turun dan membawa pemulihan bagi wilayah yang terdampak kekeringan.

“Sekali lagi harapan kami dengan melaksanakan sholat ini, maka segera diturunkan hujan yang membawa berkah bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini