Akupedia.id, Tenggarong – Setelah serangkaian upaya pencarian, dua anak laki-laki yang sebelumnya diduga hilang terseret arus saat berenang di Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (1/9/2026).
Kedua korban ditemukan di lokasi berbeda dan tak jauh dari titik kejadian. Korban pertama ditemukan sekitar 50 meter ke arah hulu, sedangkan korban kedua ditemukan sekitar 50 meter ke arah hilir.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan korban pertama ditemukan pada pukul 11.40 WITA, kemudian korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA.
“Alhamdulillah, kedua korban sudah ditemukan,” ujar Fida, Selasa (1/9/2026).
Sebelumnya, kedua korban diketahui sedang berenang di belakang sebuah rumah pada Senin (31/8/2026). Tak lama kemudian, keduanya menghilang dan diduga terseret arus sungai.
Peristiwa tersebut bahkan terekam dalam kamera pengawas atau CCTV milik warga. Berdasarkan rekaman tersebut, kedua korban terlihat sedang bermain sambil mandi di sungai.
Fida menjelaskan, kondisi air Sungai Loa Haur saat kejadian memang sedang surut. Namun, arus sungai justru cukup deras dan terasa kuat ketika debit air menurun.
“Kalau menurut saksi di CCTV kemarin, korban bermain sambil mandi. Kondisi air memang sedang turun, tetapi arusnya deras. Kalau air turun, arusnya sangat terasa. Itulah mungkin penyebabnya,” jelasnya.
Fida menduga korban pertama, Aidil, menjadi korban lebih dahulu. Sementara korban kedua diduga berusaha membantu setelah melihat temannya jatuh ke sungai.
“Korban pertama, Aidil namanya, itu yang duluan menjadi korban. Kemungkinan besar korban kedua menyusul karena ingin membantu Aidil karena melihat temannya jatuh, akhirnya dia ikut berupaya menolong Aidil,” ungkapnya.
Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, hingga para relawan.
Setelah ditemukan, kedua jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Fida mengatakan korban pertama telah dimakamkan, sedangkan korban kedua masih dalam proses pemandian dan selanjutnya akan dimakamkan.
Atas kejadian tersebut, Fida mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua maupun orang dewasa terhadap anak, terutama ketika bermain di lokasi yang memiliki risiko bahaya seperti sungai.
Menurutnya, kedua korban saat kejadian berada di sungai tanpa pengawasan orang tua atau orang dewasa.
“Imbauannya, insiden ini pengaruh kurangnya pengawasan orang tua atau orang dewasa. Anak jangan sampai dilepaskan begitu saja kalau bermain di tempat yang berbahaya, terutama di air,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





