Tekan Enter untuk mencari

Air Sungai Sangasanga Terintrusi Air Laut, Pemkab Siapkan Suplai 4.000 Kubik per Hari

Foto: Kunjungan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, ke PDAM Cabang Sangasanga.

Akupedia.id, Tenggarong – Intrusi air laut mulai mengganggu sumber air baku di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kebutuhan air bersih masyarakat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, Pemkab Kukar menyiapkan dua langkah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Sangasanga.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni melakukan pencampuran air yang tersedia dengan air baku dari sumber lain dengan perbandingan 1 banding 16, sehingga kualitas air dapat memenuhi standar untuk diolah dan disalurkan kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pemanfaatan sumber air terdekat yang masih layak untuk diolah oleh PDAM.

“Di Sanga-Sanga itu sudah ada intrusi air laut, sehingga kita harus melakukan treatment terhadap air bersih di sana,” kata Aulia, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, meski saat ini masih terkendala armana, Pemkab Kukar terus mengoptimalkan armada pengangkut air dari berbagai pihak, mulai dari BPBD, PDAM hingga bantuan swasta.

“Tetapi kemarin kita sudah mengoptimalkan armada-armada sekitar, ari BPBD juga kita turunkan sana, sari PDAM sendiri termasuk dari bantuan swasta. Sehingga untuk kebutuhan air baku itu bisa terpenuhi,” katanya.

Aulia pun berharap, dengan langkah tersebut kebutuhan air baku masyarakat Sangasanga yang mencapai sekitar 4.000 meter kubik per hari dapat terpenuhi.

“Kita di sana membutuhkan air sekitar 4.000 kubik per hari untuk memenuhi kebutuhan air yang ada di Kecamatan Sangasanga,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Sangasanga, Sudarmadi, mengatakan intrusi air laut telah masuk ke Sungai Sangasanga yang merupakan anak Sungai Mahakam. Kondisi tersebut terjadi akibat debit sungai yang menyusut selama musim kemarau.

Ia menyebut kadar air saat ini telah berada di atas ambang batas yang diperbolehkan untuk konsumsi. Karena itu, pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air PDAM sebagai air minum maupun untuk memasak.

“Untuk sementara kami sudah mengimbau kepada seluruh warga tidak menggunakan air PDAM kecuali hanya untuk MCK. Dalam arti tidak untuk dikonsumsi,” jelas Sudarmadi.

Untuk solusi jangka pendek, PDAM akan menyuplai air yang telah diolah menggunakan mobil tangki atau kendaraan water supply. Distribusi tersebut mulai dilakukan secara bertahap dengan melibatkan armada PDAM Kukar, BPBD, serta kendaraan pemadam kebakaran.

Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkab Kukar menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan memanfaatkan sumber air di Void PT Adimitra Bara Nusantara (ABN).

Berdasarkan pengecekan pemerintah kecamatan, debit air di lokasi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan Sangasanga bahkan berpotensi disalurkan hingga Muara Jawa.

Namun, pembangunan IPA tersebut masih membutuhkan anggaran sehingga menjadi solusi jangka panjang.

Sudarmadi menambahkan, PDAM sebelumnya sempat mengusulkan penghentian sementara produksi karena kadar garam yang tinggi dapat mempercepat korosi pada mesin. Namun, pemerintah meminta distribusi tetap berjalan secara terbatas agar masyarakat tidak resah.

“Tidak 24 jam, jadi ada waktu tertentu, ada jeda waktunya,” pungkasnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini