Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan sejumlah titik untuk pembangunan sumur bor sebagai tindak lanjut program penyediaan sumber air bersih yang didukung Presiden RI Prabowo Subianto dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan TNI.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan saat ini satu titik pembangunan sumur bor di Kukar telah mendapat persetujuan dan siap untuk dibangun. Lokasi tersebut berada di Kecamatan Loa Kulu.
“Sudah ada. Jadi kita untuk sumur bor, sekarang kita bekerja sama dengan TNI untuk pembangunan sumur bor. Yang sudah approval itu satu titik,” ujar Aulia, Rabu (26/8/2026).
Selain titik yang telah disetujui tersebut, Pemkab Kukar kini diminta menyiapkan sejumlah lokasi lain yang dinilai membutuhkan pembangunan sumur bor.
Aulia mengatakan dirinya telah menerima komunikasi langsung dari pusat untuk mempersiapkan beberapa titik yang dapat menjadi lokasi pembangunan fasilitas air bersih tersebut.
“Kemarin dari pusat sudah menelepon langsung ke kami untuk mempersiapkan beberapa titik untuk pembangunan ini,” katanya.
Dalam menentukan lokasi, Pemkab Kukar akan memprioritaskan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi serta kawasan yang memiliki aktivitas pertanian cukup padat.
Menurut Aulia, penentuan titik tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan air, terutama di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kukar.
“Utamanya kita siapkan untuk daerah kawasan-kawasan padat penduduk dan padat-padat pertanian,” jelasnya.
Sementara satu titik yang telah mendapat persetujuan dan tinggal memasuki tahap pembangunan berada di Kecamatan Loa Kulu.
Program pembangunan sumber air bersih melalui TNI tersebut sejalan dengan program nasional penyediaan akses air bersih bagi masyarakat. Pada 13 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak ribuan titik air bersih yang dibangun TNI AD di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga saat itu, TNI AD melaporkan telah menyelesaikan 3.000 titik air bersih dari 3.232 titik yang dikerjakan sejak Januari 2026.
Aulia menegaskan, kebutuhan infrastruktur yang disampaikan Pemkab Kukar tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sumur bor.
Pemkab juga mengusulkan dukungan untuk program pompanisasi guna membantu memenuhi kebutuhan air, khususnya di kawasan pertanian. Selain itu, kebutuhan pembangunan jembatan juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Kami sudah menyampaikan, bukan hanya sumur bor ya, bukan hanya sumur bor, tetapi pompanisasi juga tersampaikan, jembatan juga. Nah, ini yang kita sedang progres sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah usulan tersebut kini masih dalam tahap proses. Pemkab Kukar terus mempersiapkan lokasi dan kebutuhan yang diperlukan agar program tersebut dapat direalisasikan di wilayah yang membutuhkan.
Pembangunan sumur bor diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih sekaligus mendukung kebutuhan air untuk aktivitas pertanian, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





