Tekan Enter untuk mencari

Imbas Kemarau, Camat Muara Muntai Soroti Ancaman Longsor di Tepian Sungai

Foto: Camat Muara Muntai, Mulyadi, saat meninjau salah satu jembatan di Desa Muara muntai Ilir.

Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mewaspadai potensi tanah longsor di sejumlah wilayah yang berada di tepian Sungai Mahakam. Kondisi kemarau dengan cuaca panas dinilai dapat memicu retakan pada struktur tanah, terutama di kawasan yang memiliki kontur cukup curam menuju sungai.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengatakan kekeringan saat ini belum terlalu berdampak terhadap aktivitas nelayan. Masyarakat yang sebagian besar menggantungkan pendapatan dari hasil sungai masih dapat beraktivitas seperti biasa.

“Kalau untuk nelayan, kalau dapatan seret juga masih ada. Masih bisa dari ikan. Cuma yang kita khawatirkan ini karena panasnya saja,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, justru kondisi tanah selama musim kemarau menjadi perhatian utama. Pasalnya, sebagian wilayah Muara Muntai berada di tepian sungai sehingga memiliki potensi pergerakan tanah ketika terjadi perubahan kondisi cuaca.

Mulyadi menyebut terdapat sejumlah titik yang saat ini menjadi perhatian. Di Desa Pulau Harapan terdapat satu titik rawan longsor, sedangkan di Desa Muara Muntai Ilir terdapat dua titik.

“Di daerah Pulau Harapan ada satu titik, dan di Muara Muntai Ilir ada dua titik rawan. Banyak pengaruh dari keringnya. Jadi kalau ada hujan, itu yang kita khawatirkan,” ujarnya.

Selain tiga titik tersebut, kondisi di Desa Batuq juga menjadi perhatian. Namun, berbeda dengan titik lainnya, longsor di Batuq sebelumnya telah terjadi dan menjadi pembahasan bersama pemerintah daerah serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Mulyadi menjelaskan, cuaca panas dan minimnya hujan dapat menyebabkan tanah mengalami retakan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi struktur tanah, terlebih jika kemudian kembali diguyur hujan dengan intensitas tertentu.

“Karena cuaca kita panas, tanah-tanah yang ada ini merekah, retak-retak. Nah, retak itu bisa memengaruhi struktur tanah yang ada. Makanya kalau ada hujan, itu yang kita khawatirkan,” jelasnya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, pihak Kecamatan Muara Muntai juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah lokasi yang dicurigai mengalami pergerakan tanah.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan sebelumnya telah menyurati pihak terkait untuk melakukan pengecekan kondisi jalan dan wilayah yang berpotensi terdampak longsor.

“Kami ada bersurat beberapa waktu yang lalu setelah kejadian longsor itu untuk melakukan pengecekan kembali tentang kondisi jalan yang ada di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kondisi kemarau, pemerintah kecamatan bersama masyarakat dan petugas pemadam kebakaran juga melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak cuaca panas. Salah satunya dengan melakukan penyiraman di sekitar permukiman warga.

“Kegiatan-kegiatan itu dilakukan supaya mengurangi panas. Petugas pemadam kebakaran dan masyarakat di desa juga sudah melaksanakan penyiraman rumah-rumah warga,” katanya.

Terkait penanganan longsor di Batuq, Mulyadi menyebut telah dilakukan rapat yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kukar bersama sejumlah dinas terkait. Pemerintah daerah berencana menurunkan tim ke lapangan untuk melihat langsung situasi dan kondisi di lokasi.

“Insya Allah tim dalam waktu dekat akan turun. Harapan kami turun ke lapangan untuk melihat situasi kondisi dan nanti melihat bagaimana penanganannya,” pungkasnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini