Tekan Enter untuk mencari

Bupati Kukar Janjikan Pemulihan Cepat Korban Kebakaran Kampung Baru, Perkim Siapkan Bantuan Pembangunan Rumah

Foto: Silaturahmi Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, ke korban kebakaran di Kelurahan Kampung Baru.

Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang menghanguskan permukiman warga di RT 7, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong, Jumat (17/7/2026) dini hari.

Selain memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi, Pemkab Kukar juga menyiapkan program pemulihan rumah serta percepatan pengurusan dokumen penting yang ikut terbakar.

Berdasarkan data terbaru, musibah tersebut menghanguskan delapan rumah, sementara satu rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah lainnya rusak ringan. Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) atau 58 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, pun meninjau langsung lokasi kebakaran sekaligus bersilaturahmi dengan para korban pada Sabtu (18/7/2026). Ia menegaskan kehadiran pemerintah bertujuan memastikan seluruh korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

“Hari ini kita melihat lokasi terjadinya kebakaran yang terjadi kemarin di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong,” ujar Aulia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengerahkan seluruh program yang dimiliki untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kita dengan segala program yang sudah kita miliki akan turunkan untuk membantu warga masyarakat biar segera pulih dari bencana ini,” katanya.

Aulia menjelaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar korban tetap terpenuhi, termasuk keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak.

Menurutnya, pemerintah akan membantu penyediaan perlengkapan sekolah bagi siswa yang kehilangan seragam maupun perlengkapan belajar akibat kebakaran. Selain itu, pelaku usaha yang terdampak juga akan didorong agar dapat kembali menjalankan usahanya secepat mungkin.

Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga akan mempercepat proses penerbitan kembali dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen lainnya yang ikut hangus terbakar.

Untuk pemulihan tempat tinggal, Aulia mengaku telah menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar agar segera menjalankan program bantuan renovasi maupun pembangunan kembali rumah warga terdampak.

“Kami memang punya program untuk pemulihan rumah pasca kebakaran melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Kutai Kartanegara. Tadi Pak Aidil sudah kami instruksikan untuk segera mengeksekusi program tersebut sehingga masyarakat yang terdampak bisa kembali memiliki rumah,” ucapnya.

Ia menambahkan, mekanisme pelaksanaan bantuan akan dibahas bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan pihaknya akan lebih dulu melakukan pendataan dan verifikasi terhadap seluruh rumah terdampak, termasuk memastikan kelengkapan persyaratan administrasi dan legalitas kepemilikan.

“Akan mendata dan memastikan syarat-syarat untuk mendapatkan bantuan termasuk legalitas dan lain-lainnya. Nanti juga dihitung kembali kebutuhannya karena setiap rumah berbeda-beda,” ujarnya.

Aidil menjelaskan bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa pembangunan rumah atau penyediaan material bangunan, tergantung hasil musyawarah bersama warga.

“Kalau kami bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk bangunan atau mungkin material. Nanti kita hitung dulu kebutuhannya, kemudian dimusyawarahkan bersama keluarga dan aparat kelurahan untuk menentukan yang terbaik,” jelasnya.

Ia menyebut standar bantuan pembangunan dari Dinas Perkim mengacu pada rumah tipe 36 berbahan kayu, dengan estimasi biaya pembangunan berkisar Rp180 juta hingga Rp200 juta per unit. Meski demikian, besaran bantuan nantinya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah.

Di sisi lain, salah seorang korban kebakaran, Zulkifli, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Namun ia berharap proses pembangunan kembali rumah dapat segera direalisasikan karena seluruh harta bendanya telah habis dilalap api.

“Saya keluar cuma baju di badan, anak pun sama baju di badan saja. Barang-barang habis semua,” tuturnya.

Ia pun berharap janji pembangunan rumah dapat segera diwujudkan agar keluarganya tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.

“Kalau bisa secepatnya lebih bagus. Selama ini kami masih tidur di pengungsian, belum bisa apa-apa,” tutupnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini