Akupedia.id, Tenggarong – Minimnya pelibatan organisasi kepemudaan dalam program pembangunan daerah mulai menjadi sorotan.
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai, selama ini peran pemuda belum dimaksimalkan, khususnya dalam program peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Sorotan tersebut disampaikan Ketua KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, usai rapat bersama Komisi IV DPRD Kukar, Rabu (22/4/2026).
Menurut Rian, di tengah kondisi defisit anggaran, pemerintah daerah seharusnya tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM, termasuk pemberdayaan pemuda. Namun, ia menilai pelibatan organisasi kepemudaan dalam program tersebut masih minim.
“Selama ini kita sering dengar pemuda disebut sebagai penerus bangsa. Tapi dalam praktiknya, belum banyak dilibatkan dalam program-program pembangunan,” ujarnya.
Ia menegaskan, KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, pelibatan pemuda dinilai penting agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran.
KNPI Kukar juga mendorong adanya perubahan pola komunikasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dengan lembaga kepemudaan. Selama ini, menurutnya, program peningkatan kapasitas SDM kerap berjalan tanpa melibatkan pemuda sebagai mitra.
“Harusnya OPD yang punya program pelatihan itu melibatkan organisasi kepemudaan. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, KNPI meminta DPRD Kukar memfasilitasi pertemuan lintas OPD agar program-program yang bersinggungan dengan kepemudaan dapat disinergikan.
Rian menilai, tanpa pelibatan aktif pemuda, program pembangunan justru berpotensi tidak efektif dan kehilangan arah.
“Kalau pemuda tidak dilibatkan, ini jadi kontradiktif. Padahal kami ini bagian dari masyarakat yang langsung terdampak dan juga bisa jadi penggerak,” pungkasnya.
Rian pun mengingatkan bahwa isu ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah, mengingat peran pemuda dinilai krusial dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kukar.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





