Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Bantuan senilai Rp31 juta beserta sembako yang dihimpun masyarakat Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, untuk korban kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, mendapat apresiasi dari DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Aksi tersebut dinilai mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat dalam membantu warga yang tertimpa musibah.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, M Andi Faisal, mengaku tersentuh melihat kepedulian warga yang kembali bergerak menggalang bantuan bagi korban kebakaran. Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Ical itu menilai, semangat berbagi yang ditunjukkan masyarakat Bukit Pariaman menjadi contoh bahwa rasa persaudaraan tetap terjaga meski masyarakat berada di wilayah berbeda.
Menurut Ical, kepedulian tersebut memiliki arti penting bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran. Dukungan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan para korban, tetapi juga menjadi penguat moral agar mereka mampu bangkit kembali.
“Saya mengapresiasi respons cepat masyarakat Desa Bukit Pariaman yang menunjukkan kuatnya rasa kemanusiaan, kepedulian, dan semangat gotong royong saat membantu korban musibah,” kata Ical.
Bantuan tersebut diserahkan pada Senin (19/10/2026) sore menjelang petang. Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi, bersama para relawan menyerahkan donasi dan sembako kepada pihak kelurahan serta Pemerintah Kecamatan Tenggarong untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh.
Aksi sosial itu merupakan bentuk kepedulian warga Bukit Pariaman setelah kebakaran kembali melanda kawasan Tenggarong, menyusul kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di Kelurahan Melayu. Masyarakat setempat kemudian berinisiatif menghimpun bantuan untuk meringankan beban warga yang mengalami musibah.
Bagi Ical, gerakan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. Ia menyebut, masyarakat Bukit Pariaman sebelumnya juga menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di sejumlah kelurahan di Tenggarong, yakni Timbau, Baru, Melayu, dan terbaru Loa Ipuh.
Anggota DPRD Kukar dari daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman itu menambahkan, nilai bantuan bukan satu-satunya hal yang menentukan arti sebuah aksi kemanusiaan. Kehadiran dan dukungan masyarakat ketika korban sedang mengalami kesulitan juga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan.
“Ketika masyarakat bersedia saling membantu, beban yang dirasakan korban dapat diringankan dan mereka memiliki dukungan untuk kembali menata kehidupan,” bebernya.
Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Bukit Pariaman dapat menginspirasi masyarakat di wilayah lain di Kukar. Menurutnya, kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, baik dengan menggalang bantuan secara kolektif, melibatkan relawan, maupun berpartisipasi melalui pemerintah desa dan elemen sosial lainnya.
Ical juga mengapresiasi warga yang bersedia menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu sesama. Ia menilai, inisiatif masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sosial yang saling mendukung, terutama ketika bencana menimbulkan dampak bagi kehidupan warga.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan dan tidak membiarkan saudara-saudara kita menghadapi musibah sendirian. Semoga bantuan ini meringankan beban para korban, memberikan kekuatan bagi mereka untuk bangkit, dan menjadi pengingat bagi kita semua agar terus menjaga semangat gotong royong,” pesannya.
Di samping memberikan bantuan kepada korban, Ical berharap masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia menginginkan tidak ada lagi kebakaran maupun bencana lainnya yang menimpa warga Kukar, sehingga upaya pencegahan perlu mendapat perhatian bersama.
Penyaluran donasi dan sembako dari Desa Bukit Pariaman ini menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu penanganan dampak bencana. Ical berharap kepedulian serupa terus berlanjut agar warga yang terdampak tidak merasa menghadapi kesulitan seorang diri.
“Di tengah duka akibat kebakaran, semangat gotong royong itulah yang diharapkan terus tumbuh, agar para korban merasa didampingi dan memiliki kekuatan untuk kembali bangkit,” demikian Ical. (Adv/DPRD Kukar)
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





