Tekan Enter untuk mencari

PKB Kukar Targetkan Struktur hingga Desa Rampung Desember, Bidik 6-8 Kursi Pemilu Mendatang

Foto: Prosesi pengukuhan pengurus DPC PKB Kutai Kartanegara yang dilakukan oleh Ketua DPW PKB Kalimantan Timur, Syafruddin

Akupedia.id, Tenggarong – Pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026-2031 menjadi awal bagi partai tersebut untuk memperkuat organisasi hingga ke tingkat desa.

Ketua DPC PKB Kukar, Dedik Harianto, menyebut pengukuhan yang berlangsung di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Rabu (28/10/2026), bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ada pekerjaan besar yang menanti, terutama memperluas struktur organisasi agar keberadaan PKB semakin dekat dengan masyarakat.

Menurut Dedik, kepengurusan PKB saat ini telah terbentuk di seluruh 20 kecamatan di Kukar. Namun, struktur tersebut masih perlu diperkuat hingga tingkat desa, sebagaimana menjadi instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

“Ini bukanlah akhir, namun ini adalah awal dimulainya perjuangan PKB di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk terus bekerja secara maksimal, memberikan kontribusi nyata dan memberikan dampak terhadap masyarakat,” ujarnya.

Dedik mengakui, pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan dalam masa kepemimpinannya.

Selama ini, struktur PKB Kukar rata-rata baru terbentuk sampai tingkat kecamatan. Ke depan, partai tersebut diminta memperkuat akar rumput organisasi hingga ke desa, bahkan tingkat RT.

Targetnya, seluruh struktur kepengurusan di tingkat desa dapat diselesaikan pada Desember 2026.

“Target dari DPP ditetapkan di bulan Desember ini kita harus menyelesaikan. Mudah-mudahan kami di pengurusan yang baru ini bisa mencapai target itu di bulan Desember,” katanya.

Dengan cakupan wilayah Kukar yang memiliki sekitar 190 desa, pembentukan struktur hingga tingkat desa menjadi langkah penting bagi PKB untuk memperluas jangkauan organisasi.

Dedik menilai, penguatan struktur tersebut bukan hanya untuk memenuhi instruksi partai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.

Sebab, menurutnya, PKB tidak ingin hanya hadir ketika momentum politik berlangsung. Partai harus terlebih dahulu menunjukkan kinerja dan pelayanan nyata kepada masyarakat.

Hal itu pula yang menjadi dasar PKB Kukar dalam menentukan strategi menghadapi pemilu mendatang.

Dedik mengatakan, pihaknya akan lebih dahulu fokus pada pelayanan masyarakat dan kerja-kerja di lapangan. Ia meyakini, masyarakat nantinya akan menilai sendiri keberadaan dan kontribusi PKB.

“Yang jelas kita fokus dulu kepada pelayanan masyarakat. Kita fokus dulu terhadap kinerja-kinerja kita di lapangan, yang nantinya masyarakat akan menilai sendiri bahwasannya PKB ini memang layak untuk dipilih atau tidak,” ungkapnya.

Meski demikian, PKB Kukar tetap memasang target politik untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD pada pemilu mendatang.

Dedik menyebut, partainya ingin kembali mendapatkan posisi pimpinan DPRD Kukar, seperti yang pernah diraih pada Pemilu 2019.

Saat itu, PKB Kukar berhasil memperoleh kursi Wakil Ketua III DPRD. Namun, pada Pemilu 2024, partai tersebut tidak lagi mendapatkan posisi pimpinan.

“Nanti di pemilu yang akan datang target kita bisa dapat merebut kembali kursi pimpinan di DPRD. Mudah-mudahan kita nanti bisa targetkan sekitar 6-8 kursi,” tuturnya.

Untuk mencapai target tersebut, PKB Kukar akan memperkuat kerja organisasi dan pelayanan masyarakat sebagai modal menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Dedik juga menyebut daerah pemilihan (dapil) IV menjadi salah satu wilayah yang cukup menantang bagi PKB. Namun, ia menilai masih ada dinamika yang perlu dicermati, terutama terkait kemungkinan perubahan dapil akibat perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Untuk sementara dapil yang kita ini agak berat ya dapil 4. Cuma enggak tahu ya keputusannya nanti di dapil 4 itu masih ada atau jadi diambil oleh IKN,” pungkasnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini