Tekan Enter untuk mencari

Pemadaman Listrik Berbulan-bulan, Pelaku Usaha di Kukar Merugi hingga Rp700 Ribu Sehari

Foto: Perwakilan massa aksi saat menemui pimpinan PLN ULP Tenggarong.

Akupedia.id, Tenggarong – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama beberapa bulan terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.

Keluhan itu mencuat dalam aksi unjuk rasa puluhan masyarakat ke kantor PLN ULP Tenggarong, Selasa (27/10/2026). Massa datang untuk mempertanyakan penyebab pemadaman yang berlangsung berulang kali, sekaligus meminta kejelasan solusi dari pihak PLN.

Salah satu masyarakat yang merasakan dampak langsung adalah Agung Prasetyo, Ketua Komunitas Barber Tenggarong. Ia mengaku pemadaman listrik telah mengganggu aktivitas usaha barber yang dijalankannya.

Menurut Agung, listrik menjadi kebutuhan utama dalam pelayanan barber. Ketika pemadaman terjadi, proses mencukur rambut pelanggan terpaksa terhenti. Kondisi itu semakin merugikan ketika usaha sedang ramai.

“Baru motong dapat setengah, mati lampu. Masa iya besoknya pagi baru dilanjutkan lagi,” keluhnya.

Selain kehilangan kesempatan melayani pelanggan, Agung menyebut pemadaman listrik juga menyebabkan sejumlah peralatan usaha mengalami kerusakan, mulai dari pengering rambut hingga mesin cukur.

Ia memperkirakan kerugian yang dialami bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu dalam sehari, terutama ketika pemadaman terjadi saat usaha sedang ramai.

“Barang-barang kami sering rusak, banyak rusak. Begitu ekonomi melemah kayak gini, pas begitu usaha ramai malah mati lampu. Itu yang kami resahkan,” ujarnya.

Agung menilai pemadaman yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan tersebut semakin memberatkan pelaku usaha. Karena itu, ia berharap PLN memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami masyarakat.

Namun, menurutnya, jawaban yang disampaikan pihak PLN saat aksi belum memberikan kepastian mengenai tuntutan tersebut.

“Yang kami inginkan kan seperti itu. Cuma jawaban dari direktur tadi muter-muter aja, suruh bikin laporan ke Polres lah segala macam,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Harian tiga organisasi masyarakat (ormas) Kukar, Jordi, yang mewakili Remang Kutai Berjaya (RKB), Remang Kutai Manamang, dan Kayuh Baimbai, turut mempertanyakan kejelasan penyebab pemadaman listrik bergilir.

Ia menilai pihak PLN Kukar belum mampu memberikan penjelasan secara rinci terkait jaringan yang mengalami gangguan, lokasi perbaikan, hingga dasar penentuan jadwal pemadaman di sejumlah wilayah.

“Kami ke sini mewakili masyarakat, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara, ingin menanyakan langsung kepada pihak manajer yang ada di PLN Kukar,” ujarnya.

Jordi mengaku kecewa karena pihak PLN dinilai tidak dapat menjelaskan jaringan yang mengalami kerusakan maupun alasan penentuan wilayah dan waktu pemadaman.

“Tidak bisa menjelaskan apa jaringan yang rusak. Kok bisa mereka menentukan jam segini sampai jam segini mati lampunya dan daerah yang mana saja yang ditentukan mereka, kok bisa? Salurannya di mana, alirannya di mana,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi Kukar yang dikenal sebagai daerah penghasil batu bara dan memiliki sejumlah pembangkit listrik. Menurutnya, hal tersebut membuat masyarakat semakin mempertanyakan alasan pemadaman listrik yang masih terjadi di daerah tersebut.

“Kukar ini salah satu kabupaten kota yang paling banyak terdapat pembangkit listrik. Kukar ini penyuplai besar sumber daya alamnya, yaitu batu bara. PLTU kita terbesar di sini, mungkin di Indonesia. Kok bisa kita ini terkena dampak juga?” ujarnya.

Jordi menyebut, masyarakat yang setiap bulan membayar tagihan listrik berhak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai persoalan tersebut.

“Setiap bulan itu pasti bayar listrik. Cuma berapa sih, Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per bulan. Jadi alasannya apa, enggak jelas ini,” katanya.

Selain mempertanyakan penyebab pemadaman, Jordi menyebut banyak masyarakat Kukar yang mengeluhkan kerusakan peralatan elektronik dan instalasi rumah akibat pemadaman listrik.

Ia meminta masyarakat yang mengalami kerusakan untuk mendokumentasikan kondisi barang dan melaporkannya melalui jalur hukum.

“Kalau ada barang-barang yang rusak akibat mati lampu, dipideo, dipoto. Terus bawa barang buktinya ke Polres Kutai Kartanegara. Laporkan PLN,” ujarnya.

Terkait langkah selanjutnya, Jordi menyebut pihaknya akan terus mendesak PLN hingga memperoleh penjelasan yang jelas dan solusi atas persoalan pemadaman listrik bergilir tersebut.

Ia bahkan menyampaikan kemungkinan melakukan pemortalan kantor PLN Kukar jika tuntutan massa tidak mendapat respons yang memadai.

“Sampai jawaban kami ketemu dan ada solusi, ada penjelasan yang betul-betul jelas, mungkin sementara ini kami portal dulu PLN Kukar,” tegasnya.

Jordi juga mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk turut menyampaikan keluhan secara langsung kepada PLN.

“Kami instruksikan, kami ajak semua masyarakat, mau dari kalangan apa pun, aliansi apa pun, yang merasa terdampak, yang kesal, yang rugi, ayo ke PLN aja langsung. Kami dampingi langsung semuanya,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ingin dikonfirmasi awak media, pihak PLN ULP Tenggarong enggan berbicara. Ia melalui petugas keamanan menyampaikan bahwa penjelasan yang disampaikan kepada wartawan sama dengan keterangan yang telah diberikan PLN kepada perwakilan massa saat aksi berlangsung.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini