Tekan Enter untuk mencari

Angkat Kembali Memanda Panji Berseri, Dispar Kukar Siapkan Ruang bagi Pelaku Seni

Foto: Pagelaran Mamanda bertempat di Simpang Odah Etam

Akupedia.id, Tenggarong – Keunikan beladon menjadi salah satu ciri khas yang membedakan kesenian Memanda Panji Berseri dari pertunjukan tradisional lainnya. Kekhasan tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya Kutai Kartanegara (Kukar) sekaligus mendorong pelestarian seni tradisional agar tetap dikenal masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan Memanda merupakan kesenian yang menurutnya berasal dari Kutai Kartanegara. Pertunjukannya memadukan sejumlah unsur seni, meski ia mengakui kemungkinan adanya pengaruh dari kesenian daerah lain.

“Saya jelaskan, ya. Memanda merupakan kesenian yang memang berasal dari Kutai Kartanegara. Pertunjukannya merupakan perpaduan beberapa unsur kesenian. Mohon maaf kalau saya salah, karena ada juga pengaruh dari kesenian daerah Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Meski memiliki perpaduan unsur kesenian, Memanda yang berkembang di Kukar disebut mempunyai karakteristik tersendiri. Salah satu unsur yang menjadi pembeda adalah beladon, yang melekat pada pertunjukan Memanda Panji Berseri.

“Namun, Memanda di sini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu beladon. Beladon itulah yang menjadi ciri khas Memanda Panji Berseri,” jelas Zikri.

Menurutnya, pengenalan kesenian tradisional tidak cukup hanya melalui pertunjukan. Karakteristik yang menjadi pembeda juga perlu diperkenalkan agar masyarakat semakin mengenal kekayaan budaya daerah dan memahami keunikan setiap kesenian.

Upaya menghidupkan kembali Memanda Panji Berseri turut dilakukan melalui penelitian yang berfokus pada strategi pengembangan kesenian tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai cara menjaga keberlangsungan Memanda agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.

“Yang jelas, mereka sedang melakukan penelitian mengenai bagaimana cara mengangkat kembali kesenian Memanda agar bisa eksis,” kata Zikri.

Dari sisi dukungan pemerintah, Dispar Kukar berupaya memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya mereka. Dukungan itu diwujudkan melalui kolaborasi, penyediaan tempat, serta fasilitasi pertunjukan yang memungkinkan pelaku seni berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Dinas Pariwisata sendiri mendukung melalui kolaborasi dengan menyediakan tempat dan memfasilitasi mereka untuk tampil, sehingga para pelaku seni bisa berinteraksi melalui pertunjukan tersebut,” tuturnya.

Zikri juga menyinggung adanya informasi mengenai klaim kesenian Memanda oleh Kalimantan Selatan. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu pemicu semangat untuk kembali menumbuhkan kecintaan masyarakat Kukar terhadap kesenian tersebut, terutama di kalangan pelaku seni.

Ia menilai pelestarian seni tradisional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari seniman, peneliti hingga pemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pengembangan tidak berhenti pada kegiatan pertunjukan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan kesenian.

Dengan menonjolkan beladon sebagai ciri khasnya, Memanda Panji Berseri diharapkan semakin dikenal luas dan mendapat ruang untuk berkembang. Dukungan terhadap pelaku seni serta penelitian pengembangan menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesenian tradisional sebagai kekayaan budaya Kutai Kartanegara. (Adv)

Penulis: Aditya Lesmana

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini