Akupedia.id, Tenggarong – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melanjutkan pemasangan sekitar 1.600 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tersebar di 20 kecamatan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dan difokuskan pada titik-titik yang menjadi akses utama masyarakat.
Pemasangan LPJU tersebut ditargetkan rampung pada November 2026, selain itu penyelesaian juga mengikuti masa kontrak masing-masing paket pekerjaan.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan pemasangan LPJU tersebut merupakan program yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun anggaran 2026 dan dilanjutkan pada APBD Perubahan (APBD-P).
“Di perubahan ini kita menyelesaikan kegiatan pembangunan yang dianggarkan. Seperti pemasangan lampu penerangan jalan di hampir 1.600 titik seluruh wilayah di 20 kecamatan Kukar,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Dari total sekitar 1.600 titik tersebut, pemasangan diprioritaskan pada ruas jalan yang membutuhkan penerangan, termasuk kawasan permukiman dan jalur aktivitas masyarakat.
Junaidi menyebut, wilayah Kecamatan Tenggarong menjadi salah satu kawasan dengan kebutuhan LPJU yang cukup banyak.
Di antaranya ruas jalan dari Loa Tebu menuju Senoni dan ruas jalan Loa Tebu menuju Serbaya. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat, khususnya petani, banyak berlangsung sejak dini hari.
“Nah, mungkin hanya sekitar 3 kilo lagi tuntas itu sepanjangan jalan. Saya dua malam yang lalu melakukan pengecekan ke lapangan itu sudah nyala,” terangnya.
Selain Tenggarong, pemasangan LPJU juga menyasar Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Loa Kulu.
Di Loa Kulu, penerangan dilakukan di jalan poros menuju Jonggon, karena termasuk jalur yang dilalui masyarakat serta pengguna kawasan pendidikan kepolisian dan Brimob.
Dishub Kukar juga memastikan ruas jalan Margasari sudah terang karena pemasangan LPJU.
Untuk ruas jalan utama dari Loa Kulu menuju Loa Janan, pemasangan penerangan turut menjadi bagian dari pekerjaan yang dilaksanakan.
Junaidi menjelaskan, penyelesaian pemasangan mengikuti jadwal kontrak masing-masing paket pekerjaan. Sejumlah kontrak yang ditargetkan pada Oktober 2026 dipastikan telah rampung, sedangkan paket lainnya memiliki tenggat hingga pertengahan akhir November.
“InsyaAllah terakhir itu kontrak kita di 27 November. Ada yang kontrak kita berakhir di 6-7 Oktober ini, sudah selesai. Ada yang 15 Oktober, dan ada yang terakhir itu ada di November,” katanya.
Di luar pemasangan melalui APBD, Dishub Kukar juga mengusulkan pembangunan LPJU menggunakan anggaran APBN, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik atau hanya memiliki jaringan tegangan tinggi tanpa jaringan tegangan rendah yang dibutuhkan.
Untuk kawasan tersebut, penggunaan lampu bertenaga surya menjadi salah satu alternatif.
Junaidi menyebut, berdasarkan pendataan awal, kebutuhan LPJU tenaga surya di Kukar mencapai lebih dari 20 ribu titik. Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan bantuan kepada kementerian terkait.
“Yang kita prioritaskan untuk APBN ini terutama untuk daerah-daerah yang Tidak terjangkau listrik. Nah ini kita mencoba mengajukan permohonan dari Kementerian dan kita sudah mendata,” tutupnya.
Ia pun berharap, usulan itu pun dapat memperluas jangkauan penerangan hingga wilayah yang belum terlayani jaringan listrik memadai, sehingga pemerataan penerangan jalan di 20 kecamatan dapat terus ditingkatkan. (Adv)
Penulis: Aditya Lesmana





