Akupedia.id, Tenggarong – Sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) dan 43 warga terdampak dalam peristiwa kebakaran di Jalan Kartini, RT 26 dan RT 61, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam.
Pemerintah kelurahan pun membuka posko bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mendata kerugian akibat kebakaran tersebut.
Lurah Loa Ipuh, Joko Adi Wibowo, mengatakan kebakaran menghanguskan 11 bangunan dan berdampak pada dua bangunan lainnya. Selain itu, dua unit mobil dan belasan sepeda motor turut terbakar.
“Kalau estimasi ya, kalau rumah itu mungkin susah juga kita ngamarin, kalau mobil ada 2 unit yang terbakar, motor ada belasan. Jadi untuk estimasi itu belum bisa kami pastikan,” ujarnya saat ditemui di Posko Kebakaran, Rabu (14/10/2026).
Joko menyebutkan, berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak mencapai 43 orang. Meski demikian, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan warga setelah kebakaran.
Ia menjelaskan, posko bantuan langsung dibuka setelah api berhasil dipadamkan pada malam kejadian. Kelurahan menargetkan posko beroperasi selama tiga hari hingga Sabtu, sebelum mengevaluasi kemungkinan perpanjangan masa pelayanan.
“Ya, sejak kejadian tadi malam, begitu habis sudah padam, kami langsung ke posko,” kata Joko.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar korban, bantuan berupa sembako dan logistik mulai disalurkan. Kelurahan juga menyiapkan donasi serta pakaian bagi warga yang kehilangan harta benda dalam kebakaran.
“Ya, kebutuhan logistik turunnya sembako dan lagi kami juga nanti jam 5 kami sudah sepakat itu kami bagikan donasi. Karena bagaimanapun mereka perlu untuk kebutuhan mereka, di samping ada bantuan yang ada. Dan pakaian juga sudah tersedia,” jelasnya.
Bantuan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Ketahanan Pangan, serta Puskesmas Loa Ipuh.
Joko menjelaskan, para korban sementara mengungsi di rumah keluarga masing-masing. Karena itu, pihak kelurahan belum mendirikan dapur umum, tetapi tetap menyiapkan ruang pengungsian di sekitar posko apabila dibutuhkan.
“Kebetulan korban mengungsi ke rumah keluarga, jadi kami tidak mendirikan dapur umum. Cuma tetap kami sediakan di gang balai untuk ruang pengungsian,” tuturnya.
Selain kehilangan tempat tinggal dan barang berharga, sejumlah warga juga kehilangan dokumen pribadi. Bahkan, berdasarkan keterangan yang diterima pihak kelurahan, dokumen penting seperti sertifikat rumah ikut terbakar.
Joko pun berkomitmen bahwa pihaknya akan membantu 100 persen seluruh warga yang kehilangan dokumen pentingnya akibat peristiwa tersebut, termasuk akta kematian dari kedua korban.
“Kami akan membantu, kami akan semaksimal mungkin membantu terkait dengan akta kematian yang bersangkutan yang meninggal, terus dokumen-dokumen yang hilang, yang terbakar, akan kami bantu,” tegas Joko.
Sementara itu, terkait kemungkinan bantuan untuk perbaikan rumah, pihak kelurahan masih menunggu koordinasi dan arahan dari pimpinan daerah bersama OPD terkait.
Joko mengatakan, belum ada keputusan mengenai bentuk maupun besaran bantuan yang akan diberikan kepada warga terdampak.
Ia juga menyebutkan, Bupati Kukar dijadwalkan meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu, 31 Oktober 2026 mendatang.
“Dan kami juga menunggu arahan dari Bu Camat dan insya Allah Bupati hadir pada hari Sabtu. Kebetulan beliau masih di luar kota,” ungkapnya.
Ia menambahkan, evaluasi posko akan dilakukan pada Sabtu untuk melihat kebutuhan warga dan perkembangan penyaluran bantuan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi pertimbangan apakah pelayanan posko perlu diperpanjang.
“Posko ini kami targetkan tiga hari, nanti sampai hari Sabtu itu kami evaluasi apakah perlu diperpanjang atau tidak. Kami lihat juga nanti penyaluran bantuan gimana, dampaknya gimana, kami tetap menunggu arahan dari pimpinan,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)
Penulis: Aditya Lesmana





