Tekan Enter untuk mencari

Perajin Tempe di Muara Jawa Keluhkan Pasokan Kedelai, Rahmat Dermawan Siap Kawal Aspirasi

Foto: Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan, saat meninjau proses pembuatan tempe di Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa.

Akupedia.id, Tenggarong – Ketidakstabilan harga dan sulitnya memperoleh bahan baku kedelai menjadi tantangan bagi perajin tempe di Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar).

Persoalan tersebut disampaikan perajin tempe, Sugeng, saat dikunjungi Anggota Komisi II DPRD Kukar, Rahmat Dermawan.

Dalam kunjungan itu, Rahmat menyambangi tempat produksi tempe milik Sugeng untuk melihat langsung aktivitas usaha sekaligus menyerap aspirasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di balik usaha yang menopang kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari, perajin tempe masih harus menghadapi persoalan ketersediaan bahan baku.

Sugeng mengungkapkan, perubahan harga kedelai di pasaran membuat biaya produksi sulit dikendalikan. Di sisi lain, menaikkan harga jual bukan perkara mudah karena harus mempertimbangkan kemampuan konsumen.

“Kami kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku kedelai yang harganya sering kali tidak stabil di pasaran. Fluktuasi harga ini menempatkan kami dalam situasi yang sulit; harus memilih antara menaikkan harga jual yang berisiko menurunkan daya beli konsumen atau mempertahankan harga dengan mengorbankan keuntungan yang sudah sangat tipis,” ungkap Sugeng.

Ia berharap pemerintah dapat membantu mempermudah akses bahan baku dengan harga yang lebih stabil sehingga usaha kecil seperti miliknya bisa terus berjalan.

Menanggapi keluhan tersebut, Rahmat menyatakan aspirasi pelaku UMKM perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, persoalan bahan baku tidak bisa dipandang sepele karena berpengaruh langsung terhadap biaya produksi dan kemampuan usaha kecil bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Ia menegaskan, masukan yang disampaikan pelaku usaha akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah, terutama terkait upaya memperkuat sektor UMKM di Kukar.

“Setiap masukan dari pelaku UMKM di lapangan tidak akan berhenti sebagai catatan semata, melainkan akan dikawal serius dan dirumuskan menjadi program kebijakan nyata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada waktu yang akan datang,” tegas Rahmat.

Bagi Rahmat, dukungan terhadap usaha kecil tidak cukup hanya melalui kunjungan dan penyerapan aspirasi. Diperlukan langkah berkelanjutan agar persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat ditindaklanjuti melalui program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sebelum kunjungan tersebut, Rahmat juga telah memberikan bantuan berupa peralatan penunjang produksi kepada Sugeng. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung kelancaran proses produksi serta membantu meningkatkan produktivitas usaha tempe.

Rahmat turut mengapresiasi para pelaku UMKM yang terus bertahan dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat memperkuat usaha kecil agar semakin mandiri dan mampu berkembang.

Ke depan, sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diharapkan tidak hanya membantu mengatasi kendala produksi, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM Kukar untuk tumbuh lebih kuat dan berdaya saing. (Adv/DPRD Kukar)

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini