Tekan Enter untuk mencari

400 ASN Kukar Ikuti ProASN 2026, Jadi Dasar Pemetaan Talenta dan Karier

Foto: Pembukaan kegiatan ProASN Kabupaten Kutai Kartanegara.

Akupedia.id, Tenggarong – Sebanyak 400 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengikuti Profiling ASN (ProASN) 2026 di Digital University Diskominfo Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memetakan potensi dan kompetensi ASN sebagai dasar pengembangan karier dan penerapan manajemen talenta.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan, mengatakan peserta ProASN berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama hingga pelaksana.

“Peserta kita direncanakan selama dua hari itu 400 peserta, jadi satu hari ada dua sesi, setiap sesi 100 orang,” kata Mukhdan.

Rinciannya, terdapat 10 pejabat pimpinan tinggi pratama, sekitar 28 pejabat administrator, 102 pejabat pengawas, sekitar 150 pejabat fungsional ahli madya, ahli muda dan ahli pertama, serta 107 pelaksana.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti lima materi, yakni manajerial sosial kultural, literasi digital, emerging skill, tripata karier dan talent DNA.

Menurut Mukhdan, hasil profiling nantinya digunakan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan masing-masing ASN sekaligus melihat kesesuaian seseorang dengan jabatan tertentu.

“Tujuannya untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN sehingga bisa diketahui kebutuhan pengembangannya apa, dia cocok di jabatan apa,” jelasnya.

Hasil ProASN juga menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan manajemen talenta ASN. Dalam pemetaan tersebut, penilaian kompetensi menyumbang 20 persen dan potensi 25 persen terhadap sumbu potensi atau sumbu X.

“Yang kita laksanakan hari ini menyumbang 45 persen nilai sumbu X, pada kompetensi 20 persen dan potensi 25 persen,” ujarnya.

Dengan pemetaan tersebut, pemerintah dapat melihat ASN yang memiliki potensi untuk dikembangkan maupun dipersiapkan menduduki posisi tertentu.

Mukhdan menyebut prinsip yang ingin dicapai melalui manajemen talenta adalah menempatkan ASN sesuai kapasitas dan kebutuhan organisasi.

“Jadi istilah Kepala BKN sekarang, the right people, the right place, the right time, dan the right reason,” katanya.

Ia menambahkan, ProASN bukan merupakan ujian yang menentukan lulus atau tidak lulus. Hasilnya dikategorikan menjadi optimal, cukup optimal dan kurang optimal.

“Bukan lulus atau tidak lulus. Ketika nilainya sesuai ambang ada batas tertentu disebut optimal, ketika di bawahnya cukup optimal dan kurang optimal,” pungkasnya.

Penilaian tersebut juga memiliki masa berlaku selama tiga tahun. Setelah melewati masa tersebut, nilai sebelumnya akan menjadi histori dalam sistem informasi ASN. (Adv/Ara)

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini