Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memproyeksikan realisasi anggaran daerah hingga akhir 2026 hanya berada di kisaran 74-75 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, proyeksi tersebut dihitung berdasarkan sejumlah asumsi pendapatan dan kinerja pemerintah daerah dengan melihat tren realisasi dalam tiga tahun terakhir.
“Sampai akhir tahun kepentingan kami itu sesuai dengan beberapa asumsi pendapatan dan asumsi kinerja, kami coba time series tiga tahun terakhir itu paling tinggi kemungkinan sekitar 74-75 persen,” ujar Sunggono, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, rendahnya proyeksi realisasi tersebut bukan semata disebabkan rendahnya kinerja perangkat daerah. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah keterbatasan anggaran yang membuat sejumlah kegiatan masih harus ditahan.
“Kenapa? Karena anggarannya nggak ada. Jadi banyak yang kita hold,” katanya.
Sunggono menjelaskan, realisasi anggaran juga tidak dapat dilihat hanya berdasarkan besarnya pagu masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia mencontohkan, meski Dinas Pekerjaan Umum memiliki anggaran besar, realisasi persentasenya belum tentu menjadi yang tertinggi.
Sebaliknya, OPD yang mengelola kegiatan hibah dapat mencatat realisasi lebih tinggi ketika penyaluran hibah telah terealisasi.
“Kalau besaran anggaran di PU banyak, tapi realisasi biasanya itu OPD yang mengampu kegiatan yang hibah. Dia biasanya hibahnya ketika sudah terealisir, maka capaian target realisasinya tinggi,” jelasnya.
Sunggono juga menyebut kondisi pendapatan daerah dari pemerintah pusat menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan Pemkab Kukar hingga akhir tahun.
Jika hak daerah yang seharusnya diterima dari pemerintah pusat tidak terealisasi, anggaran yang telah disiapkan berpotensi tidak terserap.
“Yang kami perhitungkan itu bisa, kalau memang pemerintah pusat tidak merealisasikan yang menjadi hak kita, bisa jadi hutang, meskipun nggak sebesar tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu, terkait realisasi anggaran saat ini, Sunggono mengaku belum memperbarui data hingga posisi terakhir. Namun, ia menyebut realisasi anggaran secara umum masih berada di bawah realisasi fisik.
“Realisasi anggaran kita, meskipun sebenarnya sih fisiknya lebih dari itu sudah. Tapi hasil anggaran itu masih hampir 50 persen,” pungkasnya. (Adv/Ara)





