Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau berkepanjangan yang masih melanda sejumlah wilayah.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni membentuk pos terpadu secara berjenjang mulai dari tingkat desa dan kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.
Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar bersama para camat, kapolsek, danramil, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur terkait lainnya, terkait pencegahan dan penanganan karhutla di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, Rabu (26/8/2026).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pembentukan pos terpadu menjadi salah satu kebijakan jangka pendek untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla di lapangan.
“Dalam jangka waktu pendek kita akan membentuk pos terpadu, mulai dari tingkat kelurahan dan desa, kemudian tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten,” ujar Aulia.
Langkah tersebut dilakukan di tengah perbedaan data titik api berdasarkan pemantauan citra satelit dan laporan kondisi di lapangan. Aulia menyebut citra satelit saat ini mendeteksi sekitar 140 titik aktif di Kukar. Namun, berdasarkan monitoring di lapangan dan laporan dari tingkat kecamatan, jumlah titik yang teridentifikasi diperkirakan tidak lebih dari 50 titik.
“Kalau tadi titik aktif itu ada sekitar 140-an, akan tetapi itu kan citra satelit yang kita monitor. Berdasarkan monitoring kita di lapangan, teman-teman kecamatan sudah melaporkan berdasarkan titik-titik yang ada, ya mungkin tidak lebih dari 50 titik,” jelasnya.
Meski jumlah titik berdasarkan laporan lapangan lebih rendah, Aulia mengakui terdapat sejumlah titik dengan kobaran api yang cukup besar sehingga membutuhkan perhatian dalam penanganannya.
Pemkab Kukar juga telah memetakan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung proses pemadaman, termasuk menghimpun dukungan dari badan usaha yang memiliki unit pemadam kebakaran.
“Memang ada beberapa titik-titik yang apinya lumayan besar dan butuh perhatian kita untuk penanganannya. Tadi kita sudah petakan juga resource atau sumber daya yang kita miliki, termasuk kita menghimpun sumber daya dari teman-teman badan usaha,” katanya.
Menurut Aulia, perusahaan perkebunan maupun pertambangan yang beroperasi di Kukar umumnya memiliki unit pemadam kebakaran yang dapat dilibatkan dalam penanganan karhutla.
“Karena kita pahami badan usaha itu pasti memiliki unit pemadam kebakaran, baik itu pengusaha perkebunan maupun usaha pertambangan,” ujarnya.
Selain memperkuat penanganan teknis, Aulia juga meminta seluruh pihak memberikan dukungan kepada petugas yang bekerja di lapangan. Ia menilai upaya petugas yang telah berjibaku memadamkan api perlu diapresiasi.
Pemkab Kukar pun sepakat untuk mempublikasikan proses penanganan karhutla melalui media sosial sebagai bentuk penghargaan terhadap seluruh petugas di lapangan.
“Kita sudah sepakati juga bahwa setiap penanganan-penanganan api di lapangan kita akan mem-publish di media sosial sebagai bentuk penghargaan kita kepada teman-teman yang sudah bekerja di lapangan,” katanya.
Aulia juga mengajak masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan untuk melaksanakan shalat istisqa sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang yang masih berlangsung.
“Kami tadi juga menghimbau untuk kita melakukan shalat istisqa agar hujan segera turun,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, kemarau panjang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober, bahkan berpotensi berlanjut sampai November hingga akhir tahun.
“Kita berharap dengan doa-doa kita juga kegiatan atau kemarau ini bisa lebih cepat kita selesaikan,” katanya.
Aulia menegaskan penanganan karhutla saat ini mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimda Kukar. Ia menyebut Bupati, Kejaksaan Negeri, Polres, Kodim, Pengadilan hingga DPRD Kukar berada dalam satu koordinasi untuk menangani persoalan tersebut.
“Alhamdulillah seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah kami solid dalam penanganan ini, mulai dari kami Bupati Kukar, Bapak Kajari, Bapak Kapolres, Bapak Dandim, Bapak Ketua Pengadilan, Bapak Ketua DPRD. Itu kita solid dalam penanganannya dan kami yakin ini bisa kita tangani dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





