Akupedia.id, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, kembali melantik delapan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama untuk mengisi sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (21/8/2026) sore.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses pengisian jabatan yang sebelumnya masih kosong sekaligus memperkuat struktur birokrasi Pemkab Kukar dalam menjalankan program pemerintahan.
Dalam sambutannya, Aulia meminta para kepala OPD yang baru dilantik tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi juga mampu menerjemahkan visi dan program pemerintah daerah ke dalam kerja nyata.
Ia menegaskan, 17 program dedikasi dalam visi Kukar Idaman Terbaik telah dibagi ke masing-masing OPD. Karena itu, setiap kepala OPD memiliki tanggung jawab untuk memastikan program tersebut dapat direalisasikan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Jabatan ini merupakan ujung tombak dari kami, saya beserta Wakil Bupati, dalam menjalankan program-program yang sudah kami janjikan kepada masyarakat,” kata Aulia.
Menurutnya, kepala OPD harus memahami secara menyeluruh 17 program dedikasi yang menjadi prioritas pemerintahan. Tidak hanya memahami, pejabat juga dituntut mampu mencari formulasi dan solusi agar program tersebut tetap dapat berjalan.
Aulia bahkan mengingatkan agar keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pelaksanaan program.
“Ketiadaan anggaran tidak menjadi alasan untuk Bapak-Ibu sekalian tidak bisa melaksanakan program. Semua potensi, semua sumber daya yang ada di Kutai Kartanegara itu bisa Bapak-Ibu gunakan untuk mewujudkan visi dan 17 program dedikasi di dalam Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.
Ia meminta kepala OPD tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, berbagai potensi kerja sama dapat dimanfaatkan, termasuk membangun sinergi dengan badan usaha.
“Jangan hanya terpaku pada anggaran pendapatan dan belanja daerah Pemerintah daerah, pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, gunakan koneksi-koneksi yang baik, misalnya bersinergi dengan badan usaha,” ujarnya.
Selain membangun kolaborasi, Aulia juga mendorong para kepala OPD menghasilkan kegiatan-kegiatan kreatif yang tidak selalu membutuhkan pembiayaan besar.
“Melakukan kegiatan-kegiatan kreatif tanpa menghabiskan pembiayaan, banyak hal lainnya yang bisa kita lakukan,” katanya.
Tak hanya berbicara mengenai program, Aulia juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik mengenai cara memimpin organisasi. Ia meminta kepala OPD tidak menjadi pemimpin yang bekerja berdasarkan ego pribadi dan mengabaikan masukan dari bawahannya.
Menurutnya, roda organisasi tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan seorang pimpinan. Kepala OPD harus mampu menghargai, mendengar, dan membina seluruh jajaran di bawahnya.
“Organisasi Bapak ini tidak membutuhkan seorang superhero. Tapi selalu yang diingat bahwa untuk menggerakkan roda organisasi ini, Bapak ini butuh supertim,” ucapnya.
Ia juga meminta kepala OPD tidak menutup diri terhadap masukan dari pejabat administrator, pejabat pengawas maupun staf.
“Belajar menghargai orang lain, belajar meredakan ego, belajar untuk bisa mendengar. Jangan sampai Anda sudah merasakan sifat keseluruhan kepala dinas, tidak mau mendengar kata-kata staf, tidak boleh mendengar kata-kata pejabat pengawas, tidak boleh mendengar kata-kata dari pejabat administrasi,” tegas Aulia.
Aulia menilai, apabila terdapat kesalahan yang dilakukan bawahan, kepala OPD harus terlebih dahulu melihat bagaimana proses pembinaan yang telah dilakukan dalam organisasi.
“Bagi saya, anak buah itu tidak pernah salah. Ketika anak buah salah, yang salah adalah Ibu-Bapak. Karena tidak bisa melakukan pembinaan dengan baik di organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Aulia menjelaskan pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses pengisian jabatan menggunakan mekanisme manajemen talenta. Proses serupa sebelumnya telah dilakukan untuk pengisian jabatan Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit AM Parikesit.
“Ini merupakan bagian dari proses seleksi yang kita menggunakan proses manajemen talenta di mana ini merupakan kali yang kedua. Kemarin kita sudah melaksanakan untuk Kepala Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Parikesit. Nah sekarang ini yang kedua dan akan menyusul pejabat-pejabat yang lainnya,” jelasnya.
Selain delapan pejabat pimpinan tinggi pratama, pelantikan juga mencakup lima pejabat administrator dan satu pejabat pengawas.
Delapan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik masing-masing yakni Ananias sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, M. Aidil sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Muhammad Rifani sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Dendy Irwan Fahrizah sebagai Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.
Kemudian Muhammad Reza sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syafliansyah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rendra Abadi sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta Syarifah Vanessa Filna sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Aulia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dengan visi Kukar Idaman Terbaik dan menjalankan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.
Ia juga berharap pengisian jabatan tersebut dapat mempercepat jalannya pemerintahan sekaligus memastikan program prioritas daerah dapat terus berjalan dan dirasakan masyarakat.
“Sehingga kita bisa memberikan yang terbaik dan bisa dirasakan oleh warga masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





