Akupedia.id, TENGGARONG – Kasus pembakaran Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (11/8/2026) mulai mengungkap fakta baru. MFA yang sebelumnya diamankan polisi kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Selain itu, aksi pembakaran tersebut diduga berkaitan dengan perundungan atau bullying yang dialami MFA. Perundungan itu disebut dilakukan oleh sesama tenaga outsourcing yang bekerja di lingkungan Diskominfo Kukar.
Plt Kepala Diskominfo Kukar, Solihin, membenarkan adanya informasi tersebut. Ia mengatakan, dugaan perundungan terjadi di antara tenaga outsourcing dan bukan dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN).
“Iya, betul. Sekarang dalam pemeriksaan polisi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, pihak Diskominfo Kukar sebelumnya tidak mengetahui adanya dugaan perundungan yang dialami MFA. Persoalan tersebut baru diketahui setelah kasus pembakaran terjadi dan kini telah menjadi bagian dari pendalaman kepolisian.
“Itu kan di antara tenaga outsourcing saja, bukan di tingkat pegawai,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Diskominfo Kukar telah memanggil perusahaan penyedia tenaga outsourcing untuk menindaklanjuti dugaan tersebut. Solihin mengatakan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya tindakan perundungan, perusahaan dapat memberikan pembinaan hingga pemberhentian terhadap pekerja yang terlibat.
“Karena dia itu di bawah perusahaan, maka perusahaannya sudah kita panggil untuk pembinaan. Kalau memang nanti terbukti, ya bisa diberhentikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Diskominfo Kukar akan meminta perusahaan penyedia tenaga outsourcing meningkatkan pengawasan terhadap para pekerjanya. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya persoalan serupa.
“Kita harus lebih hati-hati lagi dalam rekomendasi outsourcing,” ungkapnya.
Terkait jumlah orang yang diduga terlibat dalam perundungan, Solihin belum dapat memberikan kepastian. Ia menyerahkan proses pendalaman tersebut kepada kepolisian.
“Wah itu kita belum tahu karena itu nanti konfirmasi ke pihak kepolisian,” katanya.
Solihin juga membantah adanya dugaan gangguan kejiwaan pada MFA sebelum kejadian. Berdasarkan pengamatan selama bekerja, MFA disebut memiliki perilaku yang relatif baik dan disiplin.
“Tidak ada. Yang bersangkutan itu sehari-harinya sopan, bagus dan sangat disiplin, agak pendiam sedikit. Makanya semuanya kaget saat itu terjadi,” pungkasnya
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





